Depok –
Bagi pemancing yang tinggal Di Di Pasar Cimanggis, Situ Gadog Memperoleh makna yang jauh lebih Untuk daripada sekadar danau. Lokasi itu berkembang menjadi tempat pertemuan populer Bagi para pemancing setempat yang mencari ketenangan dan Penghayatan seru Bersama peralatan memancing mereka.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi Di popularitas Situ Gadog adalah ekosistemnya yang masih relatif bebas Bersama praktik penangkapan ikan ilegal. Julham Fahmi (47), seorang warga Bersama Tipar yang juga pehobi mancing, mengungkapkan bahwa Area ini menawarkan Keselamatan yang jauh lebih baik dibandingkan lokasi lain.
“Di sini tuh aman, nggak ada jaring, jala, japung (jaring apung), selepet, nembak, nggak ada. Aman,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jul kepada detikTravel Setu Gadok, Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, Rabu (28/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan itu memastikan Pertumbuhan ikan berkembang Bersama baik, Menyediakan para pemancing kesempatan Bagi Menyita ikan berukuran besar.
|
Setu Gadog Di Depok (Hans Wilhem)
|
Situ Gadog Memperoleh keanekaragaman hayati yang mengesankan. Bang Jul mencatat bahwa berbagai spesies ikan, termasuk mujair, patin, lele, gabus, hingga bawal terdapat Di perairan ini. Dia menegaskan bahwa beberapa spesies Lebih sulit ditemukan Di lokasi lain.
“Tawes juga ada Di sini, ikan spesies langka itu,” kata dia.
Lain lagi cerita Junaidi (21), pemancing muda, yang sering menyambangi Situ Gadog Sebab intensitas tarikannya yang tinggi. Jika Bang Jul mengincar Mujair, Junaidi lebih sering Merasakan ikan red devil.
“Biasanya ikan gini, red devil, yang gede itu. Udah sering dapet yang gede,” kata Junaidi.
Setu Gadog Di Depok (Hans Wilhem) |
Ada hal unik yang dilakukan pemancing Di Situ Gadog, khususnya Di mengincar ikan mujair. Alih-alih menggunakan cacing atau lumut, Bang Jul lebih sering menggunakan Metode “melubang” Bersama Dukungan styrofoam.
“Kalau ini kan melubang, melubang ini pakai styrofoam nggak pakai umpan. Karena Itu pakai styrofoam dia, kayak gini, pakai styrofoam. Karena Itu kan ikan dia mindahin Di sarangnya, kalau mujair kan ikan bersih, dia Di sarangnya itu nggak boleh ada kotoran,” kata Jul.
Walaupun demikian, lumut tetap menjadi pilihan Kandidatteratas, terutama Di kalangan mereka yang melakukan memancing Di malam hari.
Setu Gadog Di Depok (Hans Wilhem) |
Kemakmuran Di ini Di Situ Gadog sangat kontras Bersama kenangan yang dimiliki Dari warga Bersama masa lalu. Menurut pemancing Di, dulu Area ini dipenuhi Bersama eceng gondok, tumpukan sampah, dan limbah.
Setelahnya upaya pembersihan dan penggalian yang menyeluruh, area tersebut telah diubah menjadi ruang yang lebih bersih dan teratur.
“Dulu ini masih tanah, sampah, eceng gondok. Sekarang sudah bersih, kali sudah dikeruk, aman dah pokoknya Di sini,” kata Jul.
Senada Bersama itu, Junaidi mengakui bahwa penataan turap semen membuat area Di lebih rapi, meski ia merasa ikan lebih agresif Di dasar situ masih berupa tanah alami.
Meski sudah jauh lebih baik, para pemancing Memperoleh harapan agar Situ Gadog terus dikembangkan. Berjalan Di Di situ diharapkan bisa dipercantik lagi Bagi kenyamanan pengunjung.
“Iya, bisa dikerenin lagi sih sebenernya ini, jalan-jalannya,” kata dia.
Junaidi juga masih ada kekhawatiran Yang Berhubungan Bersama praktik spearfishing atau menembak ikan secara ilegal yang kerap terjadi Di malam hari. Dia berharap pengelola secara berkala menambah bibit ikan agar Pertumbuhan tetap terjaga Di Di tingginya minat pemancing, terutama Di akhir pekan.
“Tambahin ikanlah biar makin rame. Sama jangan ada yang nembak, itu sayang. Gara-gara ini kalau malam sering ditembak ikannya,” ujar Junaidi berharap.
Bagi traveler yang ingin mencoba peruntungan memancing Di sini, titik Di Didekat plang atau Di bawah pohon ceri menjadi “spot gacor” yang sangat direkomendasikan.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Situ Gadog, Surga Tersembunyi buat Para Pemancing, Di Depok













