Jakarta –
Sebagai memperkuat sektor industri kreatif Ke Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif melantik 64 penilai kekayaan intelektual (KI).
Di agenda yang dilaksanakan Ke Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Pembantu Presiden Tim Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan adanya penilai KI ini sebagai faktor penting Sebagai ekosistem pembiayaan berbasis kekayaan intelektual Ke era Pada ini.
Menurutnya kekayaan intelektual Pada ini mempunyai nilai yang kuat Di perkembangan industri kreatif Ke Indonesia. “Agar KI tersebut dapat diakses sebagai sumber pembiayaan diperlukan kepercayaan, Ke mana kepercayaan itu dibangun Lewat penilaian yang profesional, kredibel, dan independen,” kata Teuku Riefky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari karenanya peran para penilai KI menjadi sangat strategis. Para penilai KI Berencana menjadi jembatan Antara kreatifitas dan akses pendanaan, pembiayaan, dan Penanaman Modal Di Negeri. Hasil penilaiannnya nanti Berencana menjadi dasar keyakinan Untuk lembaga keuangan, bank, dan lembaga keuangan non bank termasuk investor utnuk menyalurkan pembiayaan kepada pelaku industri kreatif Indonesia,” lengkapnya.
Sesudah Itu, Menekraf Teuku menjelaskan Yang Terkait Bersama lanskap sektor industri kreatif Indonesia Pada ini yang Ditengah Di Gaya baik. Indikatornya ia menyederhanakan Bersama berbagai capaian yang telah melampaui target Indaikator Kinerja Utama (IKU).
Salah satunya Ke tahun 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif diberikan target Penanaman Modal Di Negeri hingga Rp 136 triliun. Teuku menyampikan Ke bulan Desember lalu, data Bersama Kementerian Penanaman Modal Di Negeri capaiannya adalah 134% Bersama target dan hampir 10% Bersama total realisasi investasinya.
“Artinya investor Asing itu Lebih tertarik Sebagai melakukan Penanaman Modal Di Negeri Ke sektor ekonomi kreatif, artinya juga nanti kalau ada IP lokal, KI lokal yang Berencana diinvest Dari perusahaan Asing, pasti butuh jasa penliai, Sebagai menilai potensi Pada Usaha mereka,” jelas Teuku.
Pembuatan sektor ekonomi kreatif Ke Indonesia pun, Teuku menyampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif Memiliki 17 sektor seperti Minuman, fesyen. kriya, gim, Alunan, Layar Lebar, dan banyak lainnya. Kini Bersama berkembangan industri kreatif, Berencana ada penambangan lainnya.
Lebih Jelas, ia menjelaskan bahwa Berencana ada Perpres Bersama draft yang sudah dikoordinasikan Bersama berbagai kementerian.
“Perpres namanya Rindekraf (Ide Induk Ekonomi Kreatif) kalau yang lalu yang Ri Joko Widodo tanda tangani Bersama 2018-2025 itu sudah berakhir. Nah ini yang Terbaru nanti Berencana ada 21 subsektor, kita Untuk empat cluster,” ungkapnya.
(upd/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Perkuat Ekosistem Industri Ekraf, Kemenekraf Kukuhkan 64 Penilai KI











