Overtourism atau lonjakan wisatawan kerap terjadi, terutama Ke musim liburan. Berikut ini cara ekstrem yang dilakukan Dari berbagai Negeri Sebagai mengatasi overtourism.
Lonjakan jumlah wisatawan selalu membawa berkah Untuk sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri. Akan Tetapi Ke sisi lain, banyak destinasi populer justru kewalahan Berusaha Mengatasi membludaknya turis.
Kejadian Luar Biasa itu dikenal sebagai overtourism, ketika jumlah pengunjung melebihi kapasitas suatu tempat, mengganggu lingkungan, infrastruktur, hingga kehidupan warga lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sedikit Negeri yang akhirnya Membahas langkah tegas, Justru terbilang ekstrem, Untuk mengendalikan arus wisatawan dan melindungi destinasi mereka. Melansir BBC, Rabu (25/2/2026), berikut beberapa Aturan ekstrem yang diterapkan Negeri-Negeri dunia Sebagai mengatasi overtourism.
Cara Ekstrem Berbagai Negeri Mengatasi Overtourism
1. Jepang Blokir Spot Viral dan Batasi Akses Wisata
Ilustrasi wisatawan mengagumi sakura yang Lagi mekar Ke Ueno Park, Tokyo (Issei Kato/Reuters) |
Jepang Lebih serius menangani overtourism. Salah satu langkah yang sempat Karena Itu sorotan terjadi Ke 2024, ketika kota Fujikawaguchiko memasang penghalang besar Sebagai menutup spot foto viral Gunung Fuji.
Aturan ini diambil Setelahnya banyak wisatawan nekat Merangkak atap bangunan, mengabaikan petugas, dan melanggar aturan Untuk konten media sosial.
Ke Kyoto, masalah kepadatan juga tak kalah pelik. Pemerintah setempat melarang wisatawan memotret geisha sembarangan dan membatasi akses Hingga sejumlah lorong Ke kawasan Gion yang bersejarah.
Tak hanya itu, Kyoto juga memanfaatkan Ilmu Pengetahuan lewat fitur Congestion Forecast Sebagai Meramalkan waktu kunjungan yang lebih lengang, serta Inisiatif Smart Navi yang memberi informasi kepadatan secara real-time.
Kota ini juga mempromosikan destinasi alternatif lewat Inisiatif Hidden Gems agar wisatawan tak hanya menumpuk Ke destinasi populer. Justru tersedia layanan Hands Free Kyoto Sebagai pengiriman dan penyimpanan bagasi Untuk Mengurangi kepadatan Ke transportasi umum.
2. Amerika Serikat (AS) Naikkan Biaya Masuk Turis Asing
AS memilih cara yang lebih “ekonomis” Sebagai mengatasi overtourism, khususnya Ke taman nasional. Didalam total 433 taman nasional Di setengah kunjungan wisata justru menumpuk Ke 25 taman paling populer seperti Yellowstone, Yosemite, dan Grand Canyon.
Mulai tahun 2026, pemerintah AS memberlakukan biaya tambahan sebesar USD 100 per orang (atau Di Rp 1,6 juta) Untuk wisatawan internasional Ke 11 taman Kandidatteratas. Di Itu, kartu tahunan America the Beautiful Sebagai non-penduduk naik menjadi USD 250 (Di Rp 4,2 juta), jauh lebih mahal dibanding USD 80 (Di Rp 1,3 juta) Sebagai warga AS.
Akan Tetapi, sejumlah pengamat menilai Aturan ini belum tentu efektif. Meski begitu, ada kemungkinan turis Asing Akansegera beralih Hingga taman yang lebih sepi seperti Canyonlands Ke Utah.
Ke sisi lain, beberapa pengamat menilai masalahnya lebih kompleks Didalam sekadar harga. Kepadatan Ke taman nasional juga dipengaruhi musim liburan, kapasitas parkir, hingga pola perjalanan domestik.
3. Jamaika Beri Asuransi Hujan
Berbeda Didalam Negeri lain yang memilih pembatasan, Jamaika justru menawarkan insentif kreatif. Setelahnya terdampak Badai Melissa Ke 2025, Negeri Karibia ini ingin Memikat wisatawan datang Ke luar musim ramai, termasuk Di musim badai.
Mulai Maret, Jamaica Tourism bekerja sama Didalam JetBlue dan WeatherPromise Memperkenalkan perlindungan hujan Sebagai paket wisata yang dipesan hingga akhir November.
Jika curah hujan masuk kategori “hujan berlebihan” wisatawan tetap bisa Berwisata dan Akansegera Memperoleh pengembalian dana otomatis.
Strategi ini dirancang Sebagai Mengurangi kekhawatiran turis bepergian Ke musim sepi, sekaligus membantu mendistribusikan kunjungan lebih merata sepanjang tahun. Didalam Cara Itu, tekanan Di musim puncak bisa berkurang.
4. Spanyol Mengatur Kerumunan Didalam AI
Kota Soller, Mallorca Ke Spanyol (Getty Images/Andrey Danilovich) |
Mallorca, Spanyol, menggunakan pendekatan berbasis Ilmu Pengetahuan, Setelahnya diwarnai Keluhan Masyarakat anti-Perjalanan Hingga Luarnegeri. Pulau ini Akansegera Melakukan platform bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi Ke situs resminya Sebagai mengelola arus wisatawan secara lebih cerdas.
Lewat data pengunjung real-time, sistem ini Akansegera memberi rekomendasi waktu terbaik Sebagai datang Hingga destinasi populer sekaligus menyarankan alternatif yang lebih sepi.
Wisatawan juga Akansegera diarahkan mengeksplorasi sisi lain Mallorca, mulai Didalam kerajinan lokal seperti pembuatan kaca dan tenun tradisional llatra, hingga kebun anggur dan produsen Energi zaitun.
Platform yang disebut sebagai Smart Destination Platform ini dirancang Sebagai mengintegrasikan data mobilitas, akomodasi, dan sumber daya wisata agar pemerintah bisa Meramalkan kepadatan dan Membahas keputusan lebih cepat.
Tak hanya Ilmu Pengetahuan, Mallorca juga menggencarkan Sosialisasi Politik Ca Nostra (Rumah Kita), yang mengajak wisatawan memperlakukan pulau tersebut layaknya Rumah sendiri Didalam menghormati alam, Kearifan Lokal Dunia, dan kehidupan warga lokal.
5. Denmark Terapkan Unjuk Rasa Ramah Lingkungan
Little Mermaid Denmark (AN Uyung Pramudiarja/d’Traveler) |
Kopenhagen, ibu kota Denmark, termasuk destinasi Didalam Perkembangan wisata tercepat Ke Eropa. Sebagai mencegah overtourism Dari dini, kota ini memilih pendekatan unik, yaitu Didalam mengubah perilaku wisatawan lewat insentif positif.
Ke 2024, mereka Melakukan Inisiatif CopenPay, yang memungkinkan wisatawan membayar Penghayatan wisata Didalam tindakan berkelanjutan. Misalnya, berkayak sambil memungut sampah Ke kanal, atau datang Hingga museum menggunakan sepeda alih-alih kendaraan bermotor.
Hasilnya cukup signifikan. Lebih Didalam 30.000 orang ikut serta, dan penyewaan sepeda Menimbulkan Kekhawatiran hingga 59% Pada Inisiatif berlangsung. Banyak peserta mengaku tertarik Lantaran ingin merasakan Penghayatan yang berbeda, sekaligus lebih bermakna.
Halaman 2 Didalam 4
Simak Video “Video: Jepang Batalkan Perayaan Seni Sakura Fuji 2026 Gara-Gara Overtourism!“
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Lawan Overtourism, Ini Cara Ekstrem Berbagai Negeri Jinakkan Ledakan Turis












