Berakhirnya Kejadian Luar Biasa La Nina dan potensi kemunculan El Nino Di 2026 diperkirakan memicu musim kemarau Indonesia lebih cepat dan lebih kering. Situasi ini juga Berpotensi Sebagai memperburuk Mutu udara, terutama Hingga kota besar seperti DKI Jakarta.
Piotr Jakubowski, Co Founder salah satu pemantau Alat Lunak Mutu udara menyebut tingkat polusi Di musim kemarau dapat melonjak jauh Hingga atas standar aman World Health Organization (WHO). Berkaca Di Tren yang diamati Hingga musim kemarau beberapa tahun terakhir.
Sebagai catatan, pedoman WHO Berkata konsentrasi aman partikel halus PM2.5 seharusnya berada Hingga bawah 15 mikrogram per meter kubik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Rata-rata Jakarta tahun lalu sudah Hingga atas 40. Hingga musim kemarau bisa naik 80, 100, kadang-kadang 200,” kata Piotr kepada detikcom Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan lonjakan tersebut biasanya terjadi Di periode tertentu, terutama ketika cuaca kering membuat polutan lebih mudah terperangkap Hingga udara.
“Secara historis kami punya data lima tahun. Biasanya Disekitar April hingga Mei musim kemarau mulai, lalu berlangsung sampai Disekitar Oktober. Kecuali 2024 Sebab Di itu ada El Nino Agar kemaraunya sampai Desember,” ujarnya.
Untuk beberapa Situasi ekstrem, kata Piotr, konsentrasi polusi Justru bisa melampaui standar WHO hingga puluhan kali lipat Untuk waktu singkat.
“Itu bisa sampai 10, 20, 30, Justru 40 kali lipat Hingga atas standar, tapi biasanya hanya beberapa jam atau beberapa hari,” jelasnya.
Meski begitu, ia menekankan yang lebih penting adalah melihat paparan polusi udara secara rata-rata Untuk jangka panjang. Tujuannya agar paparan Komunitas bisa ditekan sedekat Bisa Jadi Bersama pedoman WHO.
Piotr juga menilai ketersediaan data Mutu udara yang dipantau sepanjang tahun menjadi Kunci Sebagai memperbaiki Situasi lingkungan.
“Bersama adanya monitoring Mutu udara 365 hari per tahun, kita tahu kapan kualitasnya bagus atau buruk. Data itu penting Sebagai memperbaiki Mutu udara secara sistematis,” katanya.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sejumlah Daerah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau Dari April 2026. Daerah yang lebih dulu Merasakan kemarau Di lain pesisir utara Jawa Dibagian barat, sebagian besar Jawa Di hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian Daerah Kalimantan dan Sulawesi.
Awal musim kemarau juga diprediksi datang lebih cepat Hingga banyak Daerah lain, meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Dibagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Daerah Papua.
Sambil Itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi Di Agustus 2026 Hingga sebagian besar Daerah Indonesia, termasuk Sumatra Dibagian Di dan selatan, Jawa Di hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Daerah Maluku dan Papua.
Halaman 2 Bersama 2
(naf/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal, Polusi Bisa 40 Kali Lipat Hingga Atas Standar WHO











