Wisata  

Lagi, Finlandia Dinobatkan Dari Sebab Itu Bangsa Paling Senang Sejagat

Jakarta

Finlandia kembali Menyaksikan predikat sebagai Bangsa paling Senang Ke dunia Di laporan tahunan World Happiness Report 2026. Bangsa-Bangsa Nordik lain seperti Islandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia juga konsisten berada Ke jajaran 10 besar.

Dikutip Bersama AP, Sabtu (21/3/2026), laporan tahunan itu diterbitkan Dari Pusat Kajian Keadaan Ke Universitas Oxford. Di laporan itu disebutkan bahwa Finlandia mempertahankan posisinya Ke nomor wahid Pada sembilan tahun berturut-turut.

Sukses Bangsa-Bangsa tersebut dikaitkan Bersama berbagai faktor, mulai Bersama tingkat Keadaan yang tinggi, distribusi kekayaan yang merata, sistem perlindungan sosial yang kuat, hingga harapan hidup yang sehat.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ri Finlandia, Alexander Stubb, menyebut tidak ada ‘ramuan ajaib’ Ke balik Kesenangan negaranya, melainkan komitmen Ke kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.

Aino Virolainen, direktur Usaha digital yang merantau Ke Bangsa lain, mengaku selalu ingin kembali Ke Finlandia. “Ini adalah tempat yang selalu ingin saya tuju kembali, tempat saya ingin membesarkan anak-anak dan menjalani masa tua,” ujar dia.

“Menurut saya, ini Lantaran ketenangan, kedamaian, dan rasa saling percaya. Cara kita berkomunikasi juga terbuka, ditambah alamnya yang bersih, udara yang segar-apa lagi yang kurang,” dia menambahkan.

Jouni Purhonen, warga Helsinki, menggambarkan orang Finlandia sebagai pribadi yang Tenteram.

“Kami punya waktu Untuk memikirkan banyak hal dan menjalani hidup Bersama damai-dan Mungkin Saja juga lebih sederhana,” katanya.

Kesenangan Bukan Semata-mata soal Perkembangan Ekonomi

Posisi Bangsa Di laporan ini didasarkan Ke jawaban Kelompok ketika diminta menilai kehidupan mereka sendiri. Studi itu dilakukan bekerja sama Bersama perusahaan analitik Gallup dan Jaringan Solusi Pembangunan Ramah Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kesenangan itu bukan cuma soal uang atau kemajuan, tapi juga soal saling percaya, terhubung Bersama orang lain, dan tahu bahwa ada yang selalu siap mendukungmu,” kata Jon Clifton, CEO Gallup.

Dia menambahkan bahwa Kesenangan bukan hanya soal kekayaan atau Perkembangan ekonomi, tetapi juga tentang kepercayaan, hubungan sosial, dan rasa saling mendukung.

Para peneliti menemukan bahwa selain Kesejaganan dan kekayaan, faktor-faktor sederhana juga sangat berpengaruh Pada Kesenangan. Misalnya, makan bersama orang lain, Memiliki seseorang yang bisa diandalkan Untuk Dukungan sosial, serta jumlah anggota keluarga Di satu Tempattinggal.

Ke Meksiko dan beberapa Bangsa Eropa, misalnya, Tempattinggal tangga Bersama empat hingga lima orang anggota cenderung Memiliki tingkat Kesenangan tertinggi.

Kepercayaan Pada kebaikan orang lain juga ternyata Memiliki kaitan yang lebih kuat Bersama Kesenangan daripada yang Pada ini diperkirakan. Salah satu indikatornya adalah keyakinan bahwa orang lain Akansegera mengembalikan Dompet yang hilang.

Bangsa-Bangsa Nordik termasuk yang Memiliki tingkat tertinggi, baik Di harapan maupun kenyataan, Yang Berhubungan Bersama pengembalian Dompet yang hilang.

Alexandra Peth, seorang direktur pelaksana, mengatakan bahwa Adat Istiadat Dunia Ke Finlandia sangat menekankan kepercayaan dan kebersamaan.

“Orang-orang Ke Finlandia saling percaya, dan Di banyak aspek kehidupan, kami Berusaha saling mendukung. Sistem yang ada juga membuat kita bisa mempercayainya,” kata dia.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa Kelompok Ke seluruh dunia cenderung terlalu pesimis Pada kebaikan orang lain. Faktanya, tingkat pengembalian Dompet yang hilang Disekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan yang diperkirakan orang.

Posisi Senang AS Turun Tajam, Kosta Rika-Meksiko Masuk 10 Besar

Catatan lain Di laporan itu Menunjukkan Amerika Serikat (AS) justru mencatat penurunan tajam Di Posisi Kesenangan, turun Ke posisi terendah sepanjang sejarahnya, yaitu Posisi Ke-24. Padahal, Bangsa tersebut pernah mencapai posisi Ke-11 Ke 2012.

Laporan itu juga mencatat bahwa jumlah orang yang makan sendirian Ke AS Menimbulkan Kekhawatiran hingga 53% Di dua dekade terakhir. Situasi itu menjadi sebuah indikator melemahnya hubungan sosial.

Inggris juga Menyaksikan penurunan, berada Ke posisi Ke-23, Bersama rata-rata penilaian hidup terendah Dari laporan Ke 2017.
Meski banyak Bangsa Eropa mendominasi 20 besar, ada beberapa pengecualian. Israel, Kendati Lagi Berjuang Bersama konflik, berada Ke posisi kedelapan.

Ke Pada Yang Sama, Kosta Rika dan Meksiko Untuk pertama kalinya masuk 10 besar, masing-masing Ke posisi keenam dan kesepuluh.

Ke Pada Yang Sama, Afghanistan kembali menjadi Bangsa Bersama tingkat Kesenangan terendah Ke dunia, Bersama perempuan Afghanistan melaporkan Situasi hidup yang sangat sulit. Sierra Leone berada Ke posisi kedua terbawah, diikuti Dari Lebanon Ke posisi ketiga Bersama bawah.

Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan adalah Disekitar 19% orang dewasa muda Ke seluruh dunia Ke tahun 2023 mengaku tidak Memiliki seseorang yang bisa diandalkan Untuk Dukungan sosial. Angka itu Menimbulkan Kekhawatiran 39% dibandingkan Ke 2006.

Semua Bangsa Di laporan ini dinilai berdasarkan rata-rata penilaian hidup Kelompok Pada periode 2022 hingga 2024.

Para ahli Bersama berbagai bidang-ekonomi, psikologi, sosiologi, dan lainnya-Sesudah Itu Meneliti perbedaan antarnegara Bersama Mengkaji faktor-faktor seperti pendapatan per kapita, harapan Kehidupan Sehat, Dukungan sosial, kebebasan, kemurahan hati, serta persepsi Pada Penyalahgunaan Jabatan.

Halaman 2 Bersama 3

Simak Video “Video: Dear Warga +62, Setuju Gak Indonesia Bangsa Paling Senang?

(fem/fem)


Femi Diah


Femi Diah


Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Lagi, Finlandia Dinobatkan Dari Sebab Itu Bangsa Paling Senang Sejagat