Jakarta –
Aksi Penolakan nekat seorang remaja berujung berurusan Bersama pihak kepolisian. Kontennya yang menjilat sedotan mesin jus, resmi diproses hukum.
Ke era digital, batas Ditengah hiburan dan tindakan berisiko sering kali terasa Lebihterus tipis. Apa yang Dikatakan lucu Dari sebagian orang, bisa Bersama cepat berubah menjadi sesuatu yang memicu kemarahan publik luas.
Apalagi jika hal yang dilakukan Dikatakan tak sopan Bersama alasan Bagi konten semata. Salah satunya dilakukan remaja pria yang nekat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Untuk Mothership, (3/4/2026), seorang pelajar 18 tahun Ke Singapura dilaporkan telah ditangkap Setelahnya aksinya menjilat sedotan. Adalah sedotan Untuk mesin jus otomatis yang menjadi objek keusilannya.
|
Seorang remaja nekat melakukan Aksi Penolakan tak tepuji Bersama menjilat sedotan Untuk mesin jus dan meletakkannya kembali. Foto: Mothership
|
Untuk video yang beredar, ia terlihat Memutuskan sedotan Untuk dispenser, menjilatnya, lalu memasukkannya kembali Di tempat semula. Mesin jus itu diketahui bernama iJooz yang berada Ke Singapura.
Video tersebut awalnya diunggah Di Instagram Story Ke 12 Maret 2026, Sebelumnya akhirnya menyebar luas Setelahnya diunggah ulang Dari akun lain. Tak butuh waktu lama, Aksi Penolakan itu memicu reaksi negatif Untuk publik yang merasa jijik dan khawatir Akansegera dampak kebersihan Untuk tindakan tersebut.
Pihak kepolisian Singapura mengonfirmasi bahwa laporan resmi telah dibuat. Pelaku Lalu ditangkap atas dugaan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum (public nuisance).
Hingga Di ini, penyelidikan masih berlangsung. Remaja tersebut diketahui merupakan mahasiswa aktif Untuk ESSEC Business School, Singapura.
Peristiwa Pidana Hukum ini melibat polisi, perusahaan pemilik mesin jus, hingga kampus tempat pelaku menempuh Belajar melakukan investigasi. Foto: Mothership |
Pihak kampus juga mengonfirmasi bahwa mereka Memahami adanya insiden tersebut dan telah memulai investigasi internal. Tetapi mereka menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi Ke area kampus.
Tak hanya pihak berwenang dan institusi Belajar, perusahaan iJooz sebagai operator mesin jus otomatis juga langsung Memutuskan langkah cepat. Mereka Berkata telah melakukan investigasi internal serta Meningkatkan standar kebersihan Ke mesin-mesin mereka.
Sebagai respons, iJooz Malahan menciptakan mesin Terbaru Bersama sistem yang lebih higienis. Beberapa pembaruan yang dilakukan Ditengah lain penggunaan sedotan yang dibungkus satu per satu, serta dispenser yang hanya terbuka Setelahnya transaksi selesai dilakukan.
Seluruh pihak kompak bekerja sama Sebagai menyelesaikan Kartu Peringatan Di kehigienisan tersebut. “ESSEC berkomitmen menjaga profesionalitas dan menghormati peraturan baik Ke Untuk maupun Ke luar batas kampus,” ungkap pihak kampus tempat pelaku belajar yang tidak melindungi anak didiknya atas Kegagalan yang dilakukan.
(dfl/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bagi Konten, Remaja Ini Nekat Jilat Sedotan dan Berujung Ditangkap












