loading…
Pembaharuan Alat Pengindera LiDAR dan sistem anti-tabrak 360 derajat menjadikan Imbang Lito sebagai standar Terbaru Untuk siapa saja yang ingin mulai berkarya lewat udara tanpa risiko jatuh. Foto: DJI
Ada dua model yang diluncurkan: Lito 1 dan Lito X1. Keduanya punya bobot “ajaib” 249 gram. Angka ini penting Untuk pasar Dunia. Ke banyak Negeri, drone Ke bawah 250 gram minim regulasi. Tidak butuh izin terbang yang rumit. Ini strategi pasar yang sangat jitu Untuk Memikat User kasual.
Kepentingan utamanya adalah Omnidirectional Obstacle Sensing. Alat Pengindera rintangannya ada Ke segala arah. Drone ini bisa mendeteksi dinding atau tebing secara otomatis.
Lito X1 Justru lebih mewah. Ada tambahan Alat Pengindera LiDAR Ke Dibagian Didepan. Keahlian ini biasanya ada Ke Kendaraan Pribadi otonom.
Navigasi Dari Sebab Itu sangat presisi, Justru Ke area menantang atau minim cahaya. DJI Lito 1 bisa disebut sebagai ini: “drone murah yang sulit ditabrakkan”.
Kameranya pun bukan kaleng-kaleng. Lito 1 dibekali Alat Pengindera 1/2 inci CMOS 48 MP Di aperture f/1.8. Hasil fotonya diklaim bisa mencapai resolusi 8K Untuk kebutuhan cropping.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Alasan DJI Lito 1 Dari Sebab Itu Pilihan Paling Rasional Untuk Pemula











