loading…
Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto Untuk Kegiatan Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila Ke Surabaya. FOTO/dok.SindoNews
“Pembuatan kompetensi itu ada lewat pelatihan vokasi nasional dan pemagangan nasional. Ke Di Itu, kita masih punya PR bagaimana membangun hubungan industrial. Ada praktik, contoh yang kita lihat Ke PT HM Sampoerna, Bersama harmonis Ke hubungan industrial yang transformatif,” ujar Pejabat Tingginegara Ketenagakerjaan Yassierli Untuk keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Sampoerna Catatkan Nilai Penjualan Barang Ke Luar Negeri IQOS-TEREA Rp829 Miliar Ke 2024
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli Untuk Kegiatan “Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila” Ke Surabaya. Kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran bersama Untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila Untuk hubungan industrial sekaligus Mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja Melewati Inisiatif pelatihan dan Pembuatan Kemahiran.
Menurut Yassierli, peningkatan Mutu sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring Bersama penguatan hubungan industrial agar mampu menciptakan dunia usaha yang tangguh Berjuang Bersama berbagai tantangan ekonomi. Ia menilai kolaborasi Di pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi Kunci membangun daya Bertahan industri nasional.
“Semangatnya adalah membangun daya Bertahan industri Melewati kolaborasi lintas sektor. Saya berharap kegiatan ini menjadi model Untuk memperkuat sinergi tiga pilar, yakni pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, serta menginspirasi perusahaan lain Untuk menerapkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila,” katanya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa Untuk Cetak SDM Unggul











