Kiamat Air Gara-Gara AI: Mitos atau Fakta?

loading…

Bos OpenAI Sam Altman akhirnya buka suara menepis tudingan bahwa pusat data kecerdasan buatan menyedot habis pasokan air minum dunia. Foto: ist

JAKARTA – Bos OpenAI Sam Altman jengkel juga. Gara-garanya satu: kecerdasan buatan (AI) dituding biang kerok kekeringan. Katanya, data center AI rakus air minum. Menyedot sumur warga sampai tandus.

Tudingan itu kian liar. Maka, Altman memilih buka suara Hingga episode perdana podcast Sources bersama Alex Heath yang tayang Selasa.

Katanya: ketakutan itu terlalu dibesar-besarkan. Cuma meme belaka. Tidak berdasar sama sekali jika dibedah Di data.

Faktanya, menurut Altman, rata-rata konsumsi air Di data center modern hari ini setara saja Di sebuah gedung perkantoran besar.

Laporan komisi pemerintah Negeri Pada Virginia tahun 2024–kawasannya para raksasa data center berkumpul–membuktikan itu: sebagian besar fasilitas komputasi justru menggunakan volume air yang sama, atau Justru lebih hemat ketimbang gedung kantor biasa.

Pasar dan publik Amerika memang Lagi paranoid. Gelombang penolakan merebak Hingga mana-mana.

Tengok saja survei lembaga Eksperimen Gallup Di Mei lalu: 71 persen warga Amerika menolak keras pembangunan fasilitas data center Hingga Lokasi mereka. Sebanyak 70 persen khawatir Di dampak lingkungan, 50 persen cemas soal pengurasan sumber daya alam, dan 18 persen secara spesifik menunjuk krisis air bersih.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kiamat Air Gara-Gara AI: Mitos atau Fakta?