loading…
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto berkolaborasi Bersama AirNav Indonesia kembangkan Perkembangan kecerdasan buatan Untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan.
Forum ini menjadi wadah Untuk Indonesia dan Filipina Untuk bertukar informasi sekaligus menjajaki Potensi kerja sama Keahlian Di bidang keselamatan dan Perlindungan penerbangan. Salah satu solusi yang diperkenalkan AirNav Indonesia Untuk forum tersebut adalah Alat Lunak berbasis AI Untuk membantu penyusunan Notice to Airmen (NOTAM) yang dikembangkan bersama Telkom University dan memanfaatkan Keahlian Large Language Model (LLM).
Ke kesempatan terpisah, Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk penerapan hasil Kajian perguruan tinggi Untuk menjawab kebutuhan industri.
“Untuk Telkom University, kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana hasil Kajian dan Pembaruan Keahlian Di perguruan tinggi dapat Memberi solusi Untuk kebutuhan industri. Kami ingin memastikan bahwa Perkembangan yang dihasilkan tidak hanya berhenti Ke tataran akademis, tetapi juga dapat Digunakan dan Memberi manfaat secara langsung. Melewati Pembaruan NOTAM berbasis AI bersama AirNav Indonesia, kami berharap Keahlian ini dapat mendukung peningkatan efisiensi, akurasi, dan keselamatan layanan navigasi penerbangan, sekaligus Menunjukkan bahwa Perkembangan anak bangsa Memiliki potensi Untuk bersaing Di tingkat Internasional,” ujar Prof. Suyanto.
Untuk layanan navigasi penerbangan, NOTAM merupakan informasi penting yang memuat pemberitahuan mengenai Kemakmuran atau perubahan fasilitas, layanan, prosedur, hingga potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Informasi ini menjadi acuan Untuk pilot, maskapai, dan pemangku kepentingan penerbangan Untuk Memutuskan keputusan operasional.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI Di AS











