Jakarta –
Badai musim dingin Fern membawa dampak besar Untuk sektor transportasi udara Di Amerika Serikat (AS). Ribuan penerbangan dibatalkan Sebab badai tersebut.
Di dua hari berturut-turut, lebih Di 14.000 penerbangan terpaksa dibatalkan akibat cuaca ekstrem yang Mengamuk berbagai Area. Mengutip The Mirror US, Selasa (27/1/2026) data Di FlightAware, Di Senin saja tercatat lebih Di 3.000 penerbangan domestik maupun internasional, baik yang masuk, keluar, maupun melintas Di AS harus dibatalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandara-bandara Di Boston dan New York City menjadi yang paling terdampak Di gelombang pembatalan tersebut. Sehari Sebelumnya, Situasi lebih parah terjadi, lebih Di 11.000 penerbangan Di seluruh AS dibatalkan.
Seluruh penerbangan Di dan Di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington dihentikan, Sambil Itu sebagian besar jadwal penerbangan Di Bandara Internasional Philadelphia juga ikut dibatalkan.
ABC News melaporkan bahwa Minggu tersebut tercatat sebagai salah satu hari Di pembatalan penerbangan akibat cuaca terbesar Di sejarah AS. Pembantu Presiden Tim Menteri Perhubungan Sean Duffy mengatakan bahwa Departemen Perhubungan AS (DOT) menargetkan operasional bandara kembali normal Di Rabu.
DOT juga mengonfirmasi bahwa Minggu menjadi hari Di pembatalan terbanyak Untuk maskapai Sebelum Maret 2020, serta Meramalkan pembatalan masih berlanjut Di Senin. Tak hanya mengganggu perjalanan, badai tersebut juga menelan korban jiwa.
Sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia Di beberapa Negeri Pada. Sebagian korban meninggal akibat kecelakaan Pada bermain seluncur salju, Sambil Itu lainnya disebabkan hipotermia atau kelelahan berlebih ketika warga lanjut usia Berusaha membersihkan salju.
Banyak korban dilaporkan masih berusia remaja. Di Di Itu, lebih Di 800.000 warga masih Merasakan pemadaman listrik, Di Area selatan AS menjadi area yang paling terdampak.
Curah salju ekstrem tercatat Di sejumlah kota besar. Central Park, New York City, Merasakan lebih Di 11 inci salju Di Minggu, menjadi yang terbesar Sebelum 2022. Philadelphia diguyur lebih Di 9 inci salju, tertinggi Di satu dekade, Sambil Itu Boston mencatat ketebalan salju mencapai 16 inci.
Area Timur Laut menjadi kawasan yang paling parah terdampak. Pennsylvania mencatat curah salju hingga 23 inci, disusul Massachusetts Di 20 inci. Connecticut dan New Jersey masing-masing Merasakan 17 inci salju, Rhode Island 16 inci, dan Maryland Disekitar 11 inci.
Dilanjut, kawasan Midwest, salju setebal 14 inci turun Di Indiana dan Illinois. Little Rock, Arkansas, mencatat 11 inci salju, Sambil Itu Tennessee Merasakan Disekitar 5 inci.
Beberapa Area Selatan juga Merasakan hujan beku dan masih Berpeluang kembali diguyur hujan es, yang memperburuk Situasi berbahaya akibat salju Sebelumnya. Suhu udara pun anjlok drastis Di hampir seluruh negeri.
Sejumlah Area, termasuk Texas, Merasakan suhu hingga Di bawah nol derajat Fahrenheit. New Orleans dan Austin diperkirakan mencatat suhu terendah sepanjang sejarah Di Senin, dan cuaca dingin ekstrem diprediksi berlanjut hingga Selasa.
Di Pada Yang Sama, Minneapolis dan Chicago diperkirakan menjadi kota terdingin, Di suhu dingin akibat hembusan angin mencapai minus 27 derajat dan minus 14 derajat Di Senin pagi.
(upd/fem)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Badai Salju Kacaukan Transportasi AS, 14.000 Penerbangan Dibatalkan Di 2 Hari











