Bayi 24 Hari Meninggal, Sefatal Ini Dampak Memberi Makan Anak Ke Bawah 6 Bulan

Jakarta –

Peristiwa Pidana bayi Alena berusia 24 hari yang diduga diberi telur mentah Dari neneknya menjadi sorotan Ke media sosial. Bayi tersebut sempat Merasakan Kepuasan kritis dan menjalani Perawatan Medis intensif Ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Sebelumnya akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang beredar Ke media sosial, Alena Merasakan demam Sebelumnya diduga diberi telur mentah Dari neneknya, yang merupakan ibu Di ayahnya. Telur mentah itu disebut diberikan Didalam tujuan menurunkan demam. Akan Tetapi, hubungan Antara pemberian telur mentah dan kematian Alena belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan medis.

Merespons Peristiwa Pidana tersebut, spesialis anak dr Denta Satria Kurniawan, SpA, mengimbau orang tua dan pengasuh agar tidak Memberi Konsumsi atau minuman lain kepada bayi berusia Ke bawah enam bulan, selain ASI atau susu formula bayi jika diperlukan sesuai indikasi medis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi yang belum berusia enam bulan belum siap Memperoleh Konsumsi seperti pisang, bubur, telur, madu, maupun air putih. Pemberian Konsumsi terlalu dini dapat Meningkatkan risiko gangguan Kesejajaran.

“Ungkapan ‘anakku dikasih pisang waktu Mutakhir lahir tetap hidup’ tidak bisa dijadikan patokan, Sebab banyak bayi yang beruntung tidak Merasakan akibat serius, tetapi risikonya nyata dan tidak bisa diprediksi, dan sebagian bayi menjadi sakit berat atau meninggal,” kata dr Denta Di dihubungi detikcom, Senin (12/10/2026).



Ia menyarankan orang tua berkonsultasi Didalam Ahli Kepuasan jika bayi rewel atau terus terlihat lapar. Jika bayi terlanjur diberi Konsumsi selain ASI dan Merasakan muntah berulang, diare, demam, sesak, sangat lemas, atau tidak mau menyusu, bayi harus segera dibawa Ke fasilitas Kesejajaran terdekat.

Ke Di Yang Sama, spesialis anak konsultan neonatologi Dr dr Johanes Edy Siswanto, SpA(K), menjelaskan pemberian Konsumsi terlalu dini dapat menimbulkan gangguan pencernaan, tersedak, aspirasi atau masuknya Konsumsi Ke saluran napas, hingga Gangguan Menyebar.

“Bayi usia Ke bawah 6 bulan belum siap Memperoleh Konsumsi selain ASI atau susu formula bayi yang sesuai apabila diperlukan. Pemberian pisang, bubur, ataupun telur terlalu dini dapat menimbulkan gangguan pencernaan, tersedak, aspirasi, hingga Gangguan Menyebar,” jelas dr Johanes Di dihubungi detikcom, Senin (12/10).

Telur Mentah Berisiko Menyebabkan Gangguan Menyebar Berat

Yang Terkait Didalam pemberian telur mentah, dr Johanes mengatakan telur mentah maupun setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella. Gangguan Menyebar bakteri tersebut dapat menyebabkan muntah, diare, demam, hingga dehidrasi berat. Di Kepuasan tertentu, Gangguan Menyebar juga dapat berkembang menjadi sepsis atau Gangguan Menyebar aliran darah yang mengancam nyawa.

Risiko komplikasi serius perlu diwaspadai terutama Ke bayi Mutakhir lahir Sebab sistem kekebalan tubuhnya belum matang.

“Telur mentah maupun setengah matang tidak dianjurkan Sebagai bayi, Sebab berisiko mengandung bakteri Salmonella. Gangguan Menyebar dapat menyebabkan muntah, diare, demam, dehidrasi berat, Justru Gangguan Menyebar aliran darah (sepsis) yang mengancam nyawa, terutama Ke bayi Mutakhir lahir Sebab sistem kekebalan tubuhnya belum matang,” paparnya.

Meski demikian, telur merupakan sumber protein yang baik dan dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan Konsumsi pendamping ASI (MPASI) ketika bayi siap Memperoleh Konsumsi, umumnya Di usia enam bulan. Telur harus dimasak hingga matang, baik Dibagian putih maupun kuningnya.

Johanes juga mengingatkan Komunitas agar tidak menjadikan Penghayatan pribadi sebagai dasar Sebagai menilai Keselamatan pemberian Konsumsi terlalu dini.

“Bayi yang selamat bukan berarti praktik tersebut aman Untuk semua bayi. Tidak semua tindakan berisiko langsung menimbulkan akibat buruk, tetapi ketika komplikasi terjadi, dampaknya bisa sangat serius,” tuturnya.

Ia menambahkan, bayi Mutakhir lahir yang Merasakan demam, terutama Didalam suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih, harus segera diperiksa Ahli Kepuasan. Demam Ke bayi seusia tersebut tidak boleh ditangani Didalam pemberian Konsumsi atau ramuan tradisional Sebagai menurunkan suhu tubuh.

Halaman 2 Di 2

(suc/kna)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bayi 24 Hari Meninggal, Sefatal Ini Dampak Memberi Makan Anak Ke Bawah 6 Bulan