Jakarta –
Konsumsi kaldu tulang disebut bagus Untuk Kesejaganan usus dan sendi. Lalu, bagaimana Didalam Gaya Pola Makan kaldu tulang yang Berpeluang bantu turunkan berat badan?
Dikutip Di Women’s Health, Senin (28/9/2026), konsumsi kaldu tulang kerap Dikatakan Memperoleh segudang manfaat Untuk Kesejaganan.
Menurut Cleveland Clinic, minuman sekaligus sup ini dapat Memperbaiki Kesejaganan usus, meredakan nyeri sendi, serta menjaga kekuatan otot dan tulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Itu, mengasup rutin kaldu tulang disebut Berpeluang membantu penurunan berat badan. Sampai akhirnya muncul ide soal Pola Makan kaldu tulang atau bone broth Pola Makan.
Ahli gizi Rebecca Russell, RD, pendiri The Social Nutritionist, menjelaskan bahwa kaldu tulang adalah sup bening yang dibuat Di tulang unggas atau sapi yang direbus perlahan Di waktu lama.
Proses Pada 6 hingga 24 jam itu membuat jaringan ikat dan sumsum Ke Di tulang terurai serta larut Ke Di air. Hasilnya, terbentuk kaldu yang secara alami kaya Berencana kolagen, mineral, dan asam amino.
Kaldu ini bisa langsung diminum atau ditambahkan Ke berbagai olahan, mulai Di sup, semur, dan saus, hingga smoothie. Kaldu tulang pun mudah dipadukan Didalam menu harian.
Meski diklaim menawarkan banyak manfaat Kesejaganan, Pola Makan kaldu tulang belum tentu cocok Untuk semua orang.
|
Manfaat Kaldu Tulang Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Di Itu, Pola Makan ini Memperoleh beberapa variasi. Salah satu yang paling populer adalah pola Pola Makan rendah karbohidrat Pada 21 hari. Dijelaskan ahli gizi Dani Rancourt, pola tersebut Berorientasi Ke tiga elemen utama, yaitu puasa intermiten (intermittent fasting), konsumsi kaldu tulang, dan Minuman anti-inflamasi.
Di jalani Pola Makan kaldu tulang Didalam paduan intermittent fasting, pelakunya disarankan minum kaldu tulang 6 kali Di ukuran Disekitar 240 ml. Lalu dikombinasikan Didalam asupan protein hewani, sayuran nonpati, dan sumber lemak sehat.
Untuk larangannya, pelaku Pola Makan kaldu tulang sebaiknya menghindari sumber bijian, roti, kacang-kacangan, produk olahan susu, gula olahan, minuman manis, hingga semua Minuman olahan.
Lantas apakah Pola Makan kaldu tulang Didalam paduan intermittent fasting Pada 21 hari ini efektif menurunkan berat badan? Jawabannya ya dan tidak.
Sebab tidak ada Eksperimen ilmiah mengenai hasil penurunan berat badan yang nyata Di menjalani Pola Makan kaldu tulang. Akan Tetapi, pembatasan kalori merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan penurunan berat badan
Jikapun ada penurunan berat badan, Russell Membeberkan, kemungkinan hal ini hanya bersifat Sambil. Berat badan kemungkinan besar Berencana kembali naik Lantaran nafsu makan akhirnya berlebihan Setelahnya periode Pola Makan 21 hari selesai.
“Situasi ini dapat memicu siklus Pola Makan ‘yoyo’ yang merugikan metabolisme, menyebabkan kenaikan berat badan serta gangguan Kesejaganan usus, dan Justru Memperbaiki risiko Gangguan kronis,” katanya.
Meski begitu, asupan kaldu tulang tetap bermanfaat Untuk Kesejaganan. Ke dalamnya terkandung kolagen alami, mineral, dan asam amino.
Ahli gizi Russell lebih menyarankan kaldu tulang sebagai Pada Di asupan pola makan bergizi seimbang yang dijalani sehari-hari, alih-alih menjadikannya asupan utama Pola Makan.
(yms/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bukan Untuk Pola Makan Ekstrem, Begini Kata Ahli soal Pola Makan Minum Kaldu Tulang











