Eropa Berencana Melarang Anak Ke Bawah Usia 15 Tahun Menggunakan Chatbot AI

loading…

Eropa Berencana Melarang Anak Ke Bawah Usia 15 Tahun. Foto/ Daily

NEW YORK – Ini Dikatakan sebagai Ide paling drastis yang pernah diterapkan Bersama Uni Eropa (UE) Sebagai melindungi anak-anak Ke dunia maya.

Menurut Reuters Ke 14 September, Uni Eropa (UE) Berencana mengusulkan larangan Untuk anak-anak Ke bawah 15 tahun Sebagai menggunakan media sosial, platform berbagi video , chatbot kecerdasan buatan (AI), dan permainan daring.

Ide ini merupakan Dibagian Di EU Kids Act dan diperkirakan Berencana diumumkan Ke tanggal 17 September Bersama Kepala Negara Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Komisioner Uni Eropa Sebagai Ilmu Pengetahuan Henna Virkkunen.

Sehari Sebelumnya Itu, Ursula von der Leyen Mungkin Saja Berencana mengungkapkan sebagian isi pidatonya tentang keadaan Uni Eropa.

“Aliansi ini membutuhkan pendekatan yang membantu anak Ke bawah umur Menyaksikan manfaat Di potensi besar layanan digital sekaligus melindungi mereka Di risiko penyalahgunaan dan eksploitasi.”

“Kita perlu membatasi kemampuan perusahaan Ilmu Pengetahuan Sebagai mengakses anak-anak, bukan Sebagai Alternatif,” demikian bunyi dokumen tersebut.

Sesuai Ide, akses Hingga layanan online Berencana dibagi berdasarkan kelompok usia.

Perusahaan Ilmu Pengetahuan harus mematuhi kewajiban yang berbeda tergantung Ke jenis layanan dan usia Pemakai, serta Berencana membayar biaya Sebagai pemantauan dan penegakan peraturan.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Eropa Berencana Melarang Anak Ke Bawah Usia 15 Tahun Menggunakan Chatbot AI