Bisnis  

Hadapi Regulasi Deforestasi Uni Eropa, Indonesia Perkuat ISPO dan Keselarasan Data

loading…

Kelapa sawit Memperoleh peran strategis Di mendukung Ekspedisi, konektivitas digital, layanan perdagangan, serta pemenuhan Syarat rantai pasok Dunia. Foto/Dok

JAKARTA – Indonesia terus memperkuat tata kelola kelapa sawit berkelanjutan sekaligus Memperbaiki kesiapan Di Berusaha Mengatasi tantangan pasar Dunia. Salah satu upaya yang dilakukan Lewat Pembuatan Prototipe Sistem Informasi Indonesian Sustainable Palm Oil (SI-ISPO) serta penyelarasan kerangka data yang diusulkan Bersama persyaratan implementasi Regulasi Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR).

Sebelumnya, delegasi Indonesia telah memaparkan perkembangan dan Berbicara Bersama otoritas Yang Terkait Bersama Di rangkaian agenda Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) dan Amsterdam Declaration Partnership (ADP). Pembahasan tersebut Setelahnya Itu dilanjutkan Lewat pertemuan Hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia Hingga Berlin Bersama fokus Ke Pembuatan ISPO dan SI-ISPO sebagai Pada Di upaya memperkuat tata kelola serta mendukung kesiapan Indonesia Di memenuhi Permintaan pasar Dunia.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Perjalanan Hingga Luarnegeri Kementerian Bidang Perekonomian Indonesia, Dida Gardera menyampaikan, bahwa kelapa sawit Memperoleh peran strategis Di mendukung Ekspedisi, konektivitas digital, layanan perdagangan, serta pemenuhan Syarat rantai pasok Dunia. Sejalan Bersama peran tersebut, sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus dikembangkan Dari sertifikasi wajib mulai diterapkan Ke 2011 Untuk perusahaan kelapa sawit.

Baca Juga: Eropa Gunakan Topik Deforestasi Untuk Kendalikan Harga Sawit

Dida menjelaskan, berbagai penyempurnaan terus dilakukan Untuk memperkuat tata kelola dan kredibilitas industri kelapa sawit Indonesia. Salah satunya Lewat Peraturan Pemimpin Negara No 16/2025 yang membawa tiga perubahan utama, yaitu perluasan cakupan sertifikasi Di perkebunan Hingga industri hilir dan usaha bioenergi berbasis kelapa sawit, penguatan Dukungan pembiayaan dan teknis Untuk pekebun, serta peningkatan ketertelusuran rantai pasok Untuk memastikan produk berasal Di lahan yang dikelola secara legal.

Di paparannya, Dida menjelaskan, bahwa pemerintah juga Menyediakan Dukungan kepada pekebun Untuk memenuhi standar Ketahanan dan mempertahankan keterlibatan mereka Di rantai pasok kelapa sawit. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan sertifikasi, pendampingan, pelatihan Sistem Kendali Internal (Internal Control System/ ICS), serta pengawasan Di siklus sertifikasi lima tahunan.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Hadapi Regulasi Deforestasi Uni Eropa, Indonesia Perkuat ISPO dan Keselarasan Data