Jakarta, CNN Indonesia —
Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengaku masih menunggu kejelasan Di pemerintah Yang Berhubungan Bersama Wacana insentif Produsen Kendaraan tahun ini. Pabrikan asal Jepang itu menyebut belum ada sinyal pasti Yang Berhubungan Bersama insentif Mutakhir Di pemerintah.
“Ya itu sama-sama kita tunggu, katanya sih segera, tapi kok belum. Tadi pak Pembantu Pemimpin Negara juga belum nyinggung. Padahal kami pikir ada bocoran dikit. Karena Itu kami sama-sama nunggu,” kata Irwan Kuncoro, Marketing Director MMKSI Di Indonesia International Kendaraan Bermotor Roda Dua Show (IIMS) 2026, Kamis (5/2), Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya insentif sangat dibutuhkan melihat Tren permintaan kendaraan yang terus menurun Di beberapa tahun terakhir. Maka Di itu insentif atau Bantuan Fluktuasi Harga dapat menjadi salah satu solusi Sebagai membantu daya beli konsumen Di Di Kemakmuran ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Ritel Kendaraan Pribadi Indonesia Pada tahun lalu mencapai 833.692 unit sedangkan wholesales 803.687 unit. Perolehan itu tercatat melampaui target revisi yang ditetapkan Sebagai 2025 sebanyak 780 ribu unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, hasil Di 2025 belum dapat menyamai angka penjualan Pada 2024.
Gaikindo yang membawahi puluhan merek kendaraan roda empat dan lebih ini mencatat penjualan Ritel Pada 2024 sebanyak 889.680 unit. Lalu wholesales atau distribusi Di pabrik Di dealer 865.723 unit.
“Karena Itu memang insentif dibutuhkan atau Bantuan Fluktuasi Harga Sebagai membantu daya belum konsumen. Tapi ya itu kami so far masih tunggu,” ujar dia.
Yang Berhubungan Bersama insentif Produsen Kendaraan 2026 yang hingga kini belum ada kepastian, Irwan mengakui ada potensi sebagian konsumen Karena Itu menunda pembelian sambil menunggu kepastian insentif. Meski begitu, dampaknya belum terasa signifikan.
“Karena Itu mudah-mudahan segera insentif biar lebih pasti,” ucap Irwan.
(ryh/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Katanya Segera, tapi Kok Belum?











