loading…
Joko Anwar Hingga Peristiwa konferensi pers Layar Lebar Ghost in The Cell Hingga XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026). Foto: Mei Sada Sirait
Uniknya, Layar Lebar ini merepresentasikan dinamika sosial Hingga Indonesia yang belakangan terjadi. Menurut Joko Anwar, ide Layar Lebar ini berawal Untuk kegelisahan yang ia dan Skuat rasakan Di Situasi sosial.
“Kami merasa seperti terpenjara,” ujar produser Ghost in the Cell Untuk sesi press conference Hingga XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca Juga : Joko Anwar Sukses Bawa ‘Ghost in the Cell’ Menembus Berlinale 2026
Bagi Joko, penjara bukan sekedar lokasi fisik, Tetapi metafora kehidupan Komunitas. Hingga dalamnya terdapat struktur kekuasaan yang jelas, mulai Untuk petugas lapas sebagai representasi pemerintah, hingga para narapidana sebagai warga yang hidup Untuk sistem tersebut.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kegelisahan Sosial Joko Anwar Karena Itu Nyawa ‘Ghost in the Cell’ : Kami Masih Terpenjara











