loading…
Pembantu Ri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencoba alat Pertanian modern hasil Perkembangan. FOTO/IST
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian berada Hingga bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Lembaga ini Memperoleh tugas mengoordinasikan serta melaksanakan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan paket Keahlian Pertanian spesifik lokasi, sekaligus Mendorong modernisasi sektor Pertanian nasional.
Kepala BRMP Fadjry Djufry menjelaskan, pembentukan 33 Balai Besar ini merupakan peningkatan status Untuk Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang telah ada Sebelumnya Itu. Menurutnya, peningkatan status tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi Di pemerintah pusat dan Lokasi, terutama Untuk memperluas jangkauan Langkah dan Keputusan Kementan Hingga seluruh Daerah Indonesia.
“Di jaringan kerja yang menjangkau Untuk pusat hingga Lokasi, BRMP memainkan peran penting Untuk percepatan modernisasi sektor Pertanian Melewati Pembuatan Perkembangan Keahlian, penerapan standar mutu, dan peningkatan kapasitas kelembagaan,” kata Fadjry Untuk keterangan tertulis dikutip, Minggu (4/1/2026).
Fadjry menambahkan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Akansegera menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai Untuk identifikasi dan verifikasi kebutuhan Keahlian, perekayasaan dan pengujian, hingga diseminasi serta penerapan paket Keahlian Pertanian spesifik lokasi dan model Pertanian modern.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian Hingga 33 Provinsi











