loading…
Kerumunan yang sebagian besar merupakan diaspora Iran itu berteriak “Selamatkan perempuan-perempuan ini!” sambil mengibarkan bendera Kekaisaran Iran, simbol Negeri Sebelumnya Iranian Revolution 1979. Mereka mendesak pemerintah Australia Memberi suaka kepada para Olahragawan yang dikhawatirkan Berusaha Mengatasi tekanan jika kembali Di Iran.
Baca Juga: Australia Tampung 5 Olahragawan Timpilihan Putri Iran
Perhatian Di Regu Iran Meresahkan Dari Laga pertama melawan Timpilihan Putri Korea Selatan. Di laga itu, para Olahragawan Iran memilih tidak menyanyikan lagu kebangsaan mereka, tindakan yang Bersama sebagian pihak Disorot sebagai bentuk Ketidak Setujuan. Meski Lalu mereka kembali menyanyikan lagu kebangsaan Ke Laga berikutnya, Aksi Massa awal tersebut tetap memicu Perdebatan.
Drama tidak berhenti Ke Arena. Pada Regu hendak pulang Bersama Sydney, pejabat Australia secara terpisah menemui para Olahragawan Ke bandara Bagi menjelaskan bahwa mereka Memperoleh opsi mengajukan suaka. Beberapa anggota Regu akhirnya Memperoleh visa kemanusiaan Bagi tetap tinggal Ke Australia, Kendati sebagian besar skuad memilih pulang bersama Regu.
Pembantu Kepala Negara Di Negeri Australia Tony Burke menyebut proses tersebut berlangsung emosional Sebab setiap Olahragawan harus membuat keputusan besar tentang masa Didepan mereka. Ke Pada Yang Sama, pemerintah Iran menegaskan para Olahragawan tetap aman Bagi kembali Di tanah air dan menilai polemik tersebut sebagai campur tangan politik Di urusan Aktivitasfisik.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kendaraan Angkutan Umum Olahragawan Timpilihan Putri Iran Dicegat Demonstran Ke Australia











