loading…
Konflik Ke Timur Di Berencana memicu lonjakan Harga Solar. FOTO/dok.SindoNews
“Dampaknya tentu Hingga Ketidakstabilan Ekonomi dan Aturan moneter. Memang, sebagai triggernya adalah Di Migas. Biaya Pengiriman Ketahanan Pangan juga Berencana ter-drive, Justru harga pupuk dan petrokimia juga Berencana terdorong. Sebab tekanan inflation-nya juga Berencana naik, serta ekspektasi Ketidakstabilan Ekonomi juga Berencana terdorong dan tentu Berencana Menimbulkan Kekhawatiran,” ujar Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman, Di sesi wawancara Ke Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Iran Punya Cadangan Migas Melimpah, Terbesar Hingga-3 Dunia Sesudah Venezuela
Menurut Rizal, efek rambatan Di Fluktuasi Harga energi Berencana sangat luas. Biaya distribusi dan produksi berbagai Produk, terutama kebutuhan pokok, dipastikan ikut melonjak. Hal ini Berencana menciptakan tekanan Ketidakstabilan Ekonomi dan menggerus daya beli Kelompok.
Lebih jauh, situasi ketidakpastian Dunia seperti Pada ini biasanya memicu investor Sebagai masuk Hingga Tren risk-off. Dana-dana Berencana dialihkan Hingga aset aman seperti Usd AS yang Berpeluang besar menyebabkan Kurs Matauang Bangsa berkembang, termasuk Uang Negara Indonesia Merasakan pelemahan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Konflik Bersenjata Iran vs AS-Israel, Ini Imbasnya Hingga Kantong Warga RI











