Jakarta, CNN Indonesia —
Strategi Usaha Mobil Listrik Tesla kini Lebihterus menjauh Di produksi Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik, dan mulai beralih menjadi perusahaan robotik. Apa alasannya?
Keputusan ini diambil Hingga Ditengah penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik mereka Lebihterus menurun imbas persaingan Dunia, Didalam produk-produk Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik China kina berkembang pesat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2025, penjualan EV Mobil Listrik Tesla anjlok sebesar 9 persen, Hingga Ditengah persaingan yang Lebihterus sengit Di China dan berakhirnya insentif Retribusi Negara penjualan EV Hingga AS.
Elon Musk, miliarder pemilik Mobil Listrik Tesla, Di sebuah konferensi Memperkenalkan bahwa perusahaan ini Berencana menyetop produksi Model S dan X Untuk memproduksi lebih banyak Mesin Otomatis Optimus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami Berencana Membahas ruang produksi Model S dan X Hingga pabrik Fremont kami dan mengubahnya menjadi pabrik Optimus, Didalam tujuan jangka panjang Untuk memproduksi 1 juta unit Mesin Otomatis Optimus per tahun Hingga ruang SX Di ini Hingga Fremont,” kata Musk, melansir CNN, Jumat (30/1).
Musk menyebut Optimus sebagai Mesin Otomatis multifungsi yang diproyeksikan mampu menggantikan berbagai tugas manusia. Menurutnya Optimus Berencana menjadi Ilmu Pengetahuan Kunci Untuk mengubah cara manusia bekerja.
Dia mengeklaim Mesin Otomatis-Mesin Otomatis ini Berencana mulai dijual Ke akhir 2027. Ia menggambarkan Optimus sebagai Mesin Otomatis yang mirip Didalam dua karakter Star Wars, R2-D2 dan C3PO.
“Setiap manusia Hingga bumi Berencana Memiliki R2-D2 dan C3PO pribadi mereka sendiri, tapi sebenarnya, Optimus Berencana lebih baik Di itu,” ujar dia Ke November lalu.
Akan Tetapi, para kritikus mengatakan bahwa ini hanyalah pengalihan perhatian yang tidak realistis Di Usaha Produsen Kendaraan inti Mobil Listrik Tesla. Sebab, banyak perusahaan, seperti Boston Dynamics dan Figure, sudah jauh lebih maju Di Usaha Mesin Otomatis humanoid.
Mobil Listrik Tesla pertama kali Memperkenalkan proyek Mesin Otomatis humanoidnya Di sebuah Peristiwa Ke tahun 2021. Setelahnya Itu, Ke 2022, Musk meyakini bahwa Optimus bisa lebih signifikan daripada Usaha Kendaraan Pribadi Untuk Mobil Listrik Tesla Untuk jangka panjang.
Mobil Listrik Tesla Mengungkapkan bahwa Optimus kini dapat mengklasifikasikan objek, menyajikan popcorn, membuang sampah, dan menari. Musk Meramalkan Optimus Ke akhirnya dapat menghasilkan pendapatan sebesar US$10 triliun (setara Rp167,8 kuadriliun).
“Ia melakukan beberapa tugas dasar Hingga pabrik,” kata Musk Ke Rabu.
Musk telah menetapkan jadwal yang cepat Untuk penjualan Optimus. Di World Economic Forum belum lama ini, ia mengatakan Mesin Otomatis tersebut Berencana tersedia Untuk dijual Ke akhir 2027.
Menurut para ahli, ini merupakan target ambisius, yang Bisa Jadi lebih sulit daripada taruhan Musk Ke Mobil Listrik atau SpaceX. Mesin Otomatis humanoid termasuk Hingga Antara mesin paling kompleks yang dapat dibayangkan, dan persaingan Untuk membangunnya sudah mulai memanas.
Mobil Listrik Tesla bukanlah satu-satunya perusahaan Hingga bidang ini. Mobil Hyundai dan Google DeepMind juga Berencana menguji coba Mesin Otomatis humanoid Atlas mereka secara internal Di beberapa bulan Hingga Didepan Sebelumnya meluncurkannya Hingga pasar. Sambil Itu, pameran Ilmu Pengetahuan CES Ke Januari lalu dipenuhi Didalam perusahaan-perusahaan seperti Nvidia, Qualcomm, dan Intel yang memamerkan Mesin Otomatis humanoid yang didukung Dari chip dan Ilmu Pengetahuan mereka.
Ani Kelkar, seorang mitra Hingga McKinsey & Company, menyebut ada lebih Di 90 perusahaan Ilmu Pengetahuan yang Memiliki produk Mesin Otomatis humanoid. Perusahaan-perusahaan itu juga memimpin sektor otomatisasi canggih dan otonomi perusahaan tersebut.
Menurutnya jumlah itu Berencana bertambah banyak lagi Hingga masa Didepan, terutama Hingga Amerika Serikat dan China.
Para ahli Di McKinsey, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley Mengantisipasi pasar Mesin Otomatis humanoid dapat bernilai Antara $370 miliar Ke tahun 2040 hingga $5 triliun Ke tahun 2050.
Ken Goldberg, profesor yang mengawasi Studi Hingga bidang robotika dan otomatisasi Hingga Universitas California, Berkeley, mengatakan bahwa Mobil Listrik Tesla Memiliki Kepentingan Di keahliannya Hingga bidang Kendaraan Bermotor Roda Dua, baterai, dan mekanisme.
“Mereka juga memahami cara memproduksi sesuatu yang canggih Di skala besar Didalam efisiensi biaya, dan itu sangat penting,” kata Goldberg.
Perusahaan juga dapat memperoleh manfaat Di penggunaan Optimus secara internal dan menjualnya secara eksternal, Menyediakan Kepentingan biaya yang dapat membuat Mobil Listrik Tesla menghasilkan “beberapa ribu Usd per Mesin Otomatis,” kata Goldman Sachs Di laporan Oktober.
Akan Tetapi, sebagian besar ahli sepakat bahwa setidaknya butuh satu dekade Sebelumnya Mesin Otomatis humanoid digunakan secara luas.
“Lompatan besar Bisa Jadi terjadi, tapi kita tidak tahu kapan,” kata Goldberg.
“Sebagian besar Ilmu Pengetahuan berkembang secara bertahap seiring waktu, Karena Itu menurut saya, ekspektasi tentang adanya Mesin Otomatis humanoid yang sepenuhnya umum tampaknya terlalu berlebihan,” pungkasnya.
(dmi/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Mobil Listrik Tesla Beralih Bikin Mesin Otomatis, Bukan Lagi Pabrik Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik?











