Jakarta, CNN Indonesia —
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko menilai limbah baterai Kendaraan Listrik (EV) dapat membuka Potensi Usaha yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif Di Indonesia.
Menurut Moeldoko, baterai EV umumnya Memiliki masa pakai hingga delapan tahun dan Sesudah itu masih menyisakan Potensi Untuk dijadikan sumber ekonomi Terbaru. Pertama Di mendaur ulang atau recycle dan kedua repurpose atau mengalihfungsikan penggunaan komponen tersebut.
“Ada dua hal pertama yaitu recycle dan repurpose,” kata Moeldoko Untuk Untuk Peristiwa EVolution Indonesia Forum CNN Indonesia Di Jakarta, Selasa (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan baterai yang telah habis masa pakainya Akansegera Melewati proses pengecekan. Jika masih layak, sel-sel tertentu dapat dimanfaatkan kembali. Sambil Itu baterai yang tidak bisa digunakan lagi Akansegera masuk Di proses daur ulang.
Moeldoko bilang persiapan pengelolaan limbah baterai ini sebenarnya sudah dilakukan Sebelum dua tahun lalu olehnya Melewati sebuah perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya menggandeng perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS), Untuk melakukan Eksperimen mendalam.
Tak hanya itu, ia juga melakukan benchmarking Di China yang dinilai lebih maju Untuk Keahlian pengelolaan limbah baterai Kendaraan Listrik.
“Akhirnya menemukan formula yang Di ini sudah baik,” ujarnya.
Moeldoko Meramalkan jika pengelolaan baterai EV Tanah Air Di periode 2020 hingga 2025 dapat dijalankan secara optimal, sektor ini Berpotensi Untuk menyerap 40 ribu tenaga kerja. Baginya skala Usaha tersebut Akansegera sangat masif Di Didepan.
Untuk skema ekonomi sirkular, lanjut Moeldoko, baterai EV yang repurpose dapat diturunkan fungsinya, Di semula Untuk Kendaraan Listrik menjadi sistem penyimpanan energi (battery storage system) buat panel surya.
Baterai bekas juga bisa dimanfaatkan Untuk kebutuhan berisiko rendah, misalnya sebagai sumber daya pengisian daya alat elektronik lain.
“Dari Sebab Itu ekonomi sirkular berjalan baik,” kata Moeldoko.
Meski demikian ia menegaskan Prestasi pengelolaan limbah baterai EV sangat bergantung Ke Dukungan regulasi. Pemerintah diminta menyiapkan aturan yang jelas agar industri tersebut dapat berkembang secara aman serta berkelanjutan.
“Dari Sebab Itu yang diperlukan regulasinya Untuk mengaturnya ini penting dan segera,” ucap dia.
(ryh/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Moeldoko Ungkap Pengolahan Limbah Baterai EV Buka Potensi Usaha Terbaru











