Jakarta –
Kepala Negara RI Prabowo Subianto menyebut Inisiatif Cek Keadaan Gratis (CKG) sebagai Aturan rasional yang dirancang Untuk menghemat Biaya Bangsa Di jangka panjang.
“Kami Memberi pemeriksaan Keadaan gratis kepada seluruh warga Bangsa Indonesia. Ini bukan Inisiatif populis. Ini adalah Inisiatif rasional Untuk menghemat uang,” kata Prabowo Di berpidato Ke World Economic Forum (WEF) 2026 Ke Davos, Swiss, Kamis, waktu setempat.
“Para ahli saya mengatakan bahwa Di jangka panjang, kami Akansegera menghemat banyak, banyak miliar Matauang Asing Amerika Serikat,” sambungya.
Lalu, bagaimana menghitung penghematan seperti yang disampaikan Kepala Negara Prabowo?
Direktur Jenderal Keadaan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan penghematan ini sebetulnya Mutakhir bisa dirasakan Di jangka panjang.
Maksud Di penghematan ini adalah Perawatan dini dan Pra-Penanganan yang menjadi fokus utama CKG dapat mencegah seseorang mengidap Penyakit-Penyakit kronis Ke depannya, Agar tidak memerlukan prosedur Perawatan yang mahal.
“Supaya bisa kami obati Ke Puskesma atau Ke klinik. Ini adalah biaya yang lebih murah dibandingkan bila kita tidak mendeteksi dan tiba-tiba yang 7 juta kita dapatkan yang tekanan darah Ke atas normal menjadi gagal ginjal. Itu biaya hemodialisa tentu lebih mahal, daripada mengobati hipertensi setiap hari,” kata Maria.
Ini juga berlaku kepada Peristiwa Pidana lain seperti pasien diabetes dan lainnya. CKG berperan Untuk bagaimana caranya pasien tidak sakit tambah parah atau mencegah mereka Untuk sakit.
“Kementerian Keadaan Akansegera memperbaiki Ke Dibagian tata laksana,” tutupnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Prabowo Sebut CKG Bisa Hemat Uang Bangsa, Ini Penjelasan Kemenkes











