Minuman sudah menjadi Dibagian yang tidak terpisahkan Untuk Cara Hidup modern. Di ini, rata-rata konsumsi Minuman dunia hampir mencapai 2 kg per orang per tahun, Di selera yang spesifik soal jenis biji hingga metode penyajian.
Jumlah Minuman yang diminum seseorang dipengaruhi banyak faktor, mulai Untuk genetik yang berperan Untuk sistem Pengakuan otak hingga kemampuan tubuh memetabolisme kafein. Meski begitu, Minuman dapat Meningkatkan tekanan darah Untuk jangka pendek, terutama Ke orang yang jarang mengonsumsinya atau sudah Memperoleh riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Akan Tetapi, Kepuasan tersebut bukan berarti orang Di hipertensi harus sepenuhnya berhenti minum Minuman. Kuncinya ada Ke moderasi dan pemahaman Di Kepuasan tubuh masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana Minuman mempengaruhi tekanan darah dan berapa batas aman konsumsinya?
Dikutip Untuk Science Alert, tekanan darah adalah gaya dorong darah Di dinding arteri Di jantung memompa. Tekanan darah normal berada Ke bawah 120/80 mmHg.
Jika pengukuran secara konsisten mencapai 140/90 mmHg atau lebih, Kepuasan tersebut dikategorikan sebagai tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kepuasan ini kerap tidak menimbulkan Tanda, Supaya banyak orang tidak Mengetahui dirinya mengidapnya.
Pengaruh Minuman Di Darah Tinggi
Kafein Untuk Minuman bekerja sebagai stimulan yang Ke sebagian orang dapat Meningkatkan detak jantung. Kepuasan Berpotensi Untuk memicu detak jantung tidak teratur atau aritmia.
Ke Di Itu, kafein merangsang kelenjar adrenal Untuk melepaskan adrenalin. Hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit, Supaya tekanan darah Meresahkan.
Kadar kafein Untuk darah biasanya mencapai puncak Di 30 menit hingga dua jam Setelahnya minum Minuman. Waktu paruh kafein berkisar 3-6 jam, artinya kadar kafein Akansegera berkurang Di setengahnya Untuk rentang waktu tersebut.
Kandungan Lain Untuk Minuman
Minuman tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga kaya ratusan fitokimia, senyawa yang mempengaruhi rasa, aroma, serta Keadaan. Beberapa berperan Untuk pengaturan tekanan darah, seperti melanoidin yang membantu mengatur volume cairan tubuh dan Kegiatan enzim pengontrol tekanan darah.
Asam kuinik juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistolok dan diastolik Di memperbaiki fungsi lapisan pembuluh darah.
Tips Aman Minum Minuman Untuk Orang Di Hipertensi
Untuk orang Di hipertensi, tidak perlu langsung menghentikan kebiasaan minum Minuman. Berikut 6 tips yang disarankan ahli agar tetap aman:
- Ketahui tekanan darah, riwayat Keadaan, serta sumber kafein Untuk Konsumsi dan minuman yang dikonsumsi.
- Pertimbangan faktor lain yang mempengaruhi tekanan darah, seperti riwayat keluarga, pola makan, asupan garam, dan Latihan.
- Perhatikan respons tubuh Di kafein dan hindari konsumsi Sebelumnya pengukuran tekanan darah.
- Hindari kafein Ke sore atau malam hari agar tidak mengganggu Mutu tidur.
- Batasi konsumsi hingga maksimal empat cangkir Minuman per hari atau pilih Minuman tanpa kafein.
Jika tekanan darah sistolik mencapai 160 mmHg atau lebih, atau diastolik 100 mmHg atau lebih, pertimbangkan membatasi konsumsi menjadi satu cangkir sehari dan konsultasikan Di Ahli Kepuasan.
Ditinjau Di: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, Di ini menjadi penulis lepas Ke detikcom.
Halaman 2 Untuk 3
(sao/suc)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Punya Hipertensi tapi Suka Ngopi? Ini 6 Tips Aman Untuk Ahli











