loading…
Perdagangan Keluar Negeri Migas mentah Untuk Timur Ditengah kembali mendekati level Sebelumnya Pertempuran. FOTO/AP
“Rata-rata Perdagangan Keluar Negeri Migas mentah Untuk Timur Ditengah Pada 10 hari telah pulih menjadi 17,5 juta barel per hari, atau 98 persen Untuk level Sebelumnya Pertempuran,” kata analis J.P. Morgan Untuk laporan yang dikutip Untuk WSJ, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: AS Sita Migas Iran Senilai Rp10 Triliun, Hukum Kuno Rampasan Pertempuran Disorot
Arus Migas Melewati Selat Hormuz, salah satu jalur keluar-masuk Migas paling strategis Di dunia, Merasakan penurunan tajam Sesudah Pertempuran AS-Iran dimulai Di 28 Februari. Situasi tersebut Mendorong Arab Saudi sebagai eksportir Migas terbesar dunia, serta produsen Teluk lainnya seperti Uni Emirat Arab, mengalihkan pengiriman Melewati pipa dan pelabuhan yang tidak melewati selat tersebut.
Penyembuhan Perdagangan Keluar Negeri berlangsung meski sejumlah rute alternatif Berusaha Mengatasi gangguan, termasuk serangan Di pipa Migas penting Arab Saudi dan ancaman kelompok militan yang berafiliasi Di Iran Di kapal-kapal Di koridor pelayaran lain. Produsen Migas kawasan tersebut dinilai berhasil menemukan jalur alternatif Sebagai mempertahankan arus Perdagangan Keluar Negeri.
Goldman Sachs Meramalkan Perdagangan Keluar Negeri Migas mentah Untuk produsen kawasan Teluk mencapai 19 juta barel per hari hingga Senin (28/9). Migas mentah menyumbang hampir 90 persen Penyembuhan total Perdagangan Keluar Negeri Migas kawasan Di September, terutama didorong peningkatan pengiriman Melewati Selat Hormuz.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Punya Rute Lain, Perdagangan Keluar Negeri Migas Negeri Teluk Dekati Level Sebelumnya Pertempuran











