Perawatan pereda nyeri yang dijual bebas Di warung atau apotek tanpa resep Ahli Kepuasan sering menjadi solusi kilat Pada sakit kepala, nyeri otot, atau sakit gigi Menyapu. Sebab mudah didapat, banyak orang menganggap Perawatan-Perawatan ini tidak berbahaya meski diminum setiap hari.
Para ahli medis memperingatkan bahwa penggunaan jangka panjang Perawatan-obatan Over-the-Counter (OTC) seperti parasetamol, ibuprofen, hingga naproxen diam-diam menyimpan risiko Kesejajaran yang serius.
Berikut efek yang bisa terjadi Di tubuh:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bahaya Tersembunyi Di Lambung
Dikutip Untuk Medical Daily, penggunaan jangka panjang Perawatan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat merusak lapisan pelindung lambung. Perawatan-obatan ini menghambat enzim yang melindungi lambung Untuk asam.
Sebab, risiko luka lambung (tukak), perdarahan internal, hingga kebocoran lambung (perforasi) Meresahkan drastis. Gejalanya sering kali tidak terlihat sampai terjadi Kepuasan parah seperti muntah darah atau BAB berwarna hitam.
2. Kerusakan Hati Akibat Parasetamol
Parasetamol (acetaminophen) sering Disorot lebih aman Sebagai lambung, Akan Tetapi risiko utamanya justru menyerang hati. Hati memproses Perawatan ini menjadi senyawa yang bisa menjadi racun jika dosisnya berlebihan atau diminum Untuk waktu lama.
Data Untuk National Institutes of Health (NIH) menyebutkan bahwa overdosis parasetamol adalah salah satu penyebab paling umum gagal hati akut. Hal ini sering terjadi tanpa sengaja Sebab banyak orang menggabungkan “Perawatan warung” Bersama Perawatan flu lain yang ternyata juga mengandung parasetamol.
3. Gagal Ginjal dan Risiko Jantung
Ginjal juga sangat rentan Pada penggunaan Perawatan pereda nyeri yang rutin. NSAID dapat membatasi aliran darah Hingga ginjal, yang jika dibiarkan Di berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dapat memicu Penyakit ginjal kronis.
Samping Itu, penggunaan jangka panjang beberapa jenis NSAID juga dikaitkan Bersama peningkatan tekanan darah yang memperbesar risiko serangan jantung dan stroke, terutama Bagi mereka yang sudah Memiliki riwayat Penyakit kardiovaskular.
4. Siklus Sakit Kepala ‘Rebound’
Ironisnya, mengonsumsi Perawatan sakit kepala setiap hari justru bisa menyebabkan medication-overuse headache. Ini adalah Kepuasan ketika sakit kepala muncul kembali (rebound) Bersama lebih sering dan lebih parah akibat ketergantungan Di Perawatan pereda nyeri.
Hal ini memicu pasien Sebagai terus menaikkan dosis, yang akhirnya memperparah kerusakan organ tubuh lainnya.
Cara Aman Konsumsi ‘Perawatan Warung’
Menurut anjuran medis, Perawatan pereda nyeri bebas hanya dimaksudkan Sebagai penggunaan jangka pendek, biasanya tidak lebih Untuk 7 hingga 10 hari.
Berikut beberapa strategi aman:
- Batasi dosis: Jangan melebihi 3.000-4.000 mg parasetamol per hari.
- Cukupi air putih: Hidrasi membantu ginjal menyaring sisa Perawatan Bersama lebih baik.
- Jangan campur alkohol: Alkohol sangat Meningkatkan risiko kerusakan hati dan perdarahan lambung jika dikombinasikan Bersama Perawatan pereda nyeri.
- Cari alternatif: Gunakan terapi fisik, kompres, atau balsem topikal Sebagai Memangkas ketergantungan Di Perawatan.
Halaman 2 Untuk 3
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Risiko Keseringan Minum ‘Perawatan Warung’, Bisa Picu Kerusakan Organ Jangka Panjang











