Sama-sama Bisa Bikin Gemuk, Ini Hitung-hitungan Kalorinya

Jakarta

Ketupat menjadi salah satu ikon Masakan yang hampir tak terpisahkan Bersama perayaan Lebaran. Disajikan bersama opor ayam, rendang, hingga sambal goreng ati, Minuman berbahan dasar beras ini kerap Dikatakan sebagai alternatif nasi yang lebih ringan.

Tak sedikit pula yang meyakini bahwa makan ketupat terasa “lebih aman” dibanding sepiring nasi putih, terutama Untuk mereka yang khawatir Bersama berat badan Sesudah momen makan besar.

Tetapi Di balik anggapan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering diperbincangkan: benarkah ketupat lebih sehat dan tidak mudah membuat gemuk dibanding nasi? Atau justru Sebagai Gantinya?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kandungan Kalori: Tidak Jauh Berbeda

Jika dilihat Bersama bahan dasarnya, nasi putih dan ketupat sama-sama berasal Bersama beras. Sebab itu, secara kandungan energi, perbedaan keduanya sebenarnya tidak terlalu jauh.

Berdasarkan Tabel Komposisi Ketahanan Pangan Indonesia (TKPI) Kementerian Kesejajaran RI, nasi putih mengandung Di 130-180 kalori per 100 gram, tergantung Ke jenis beras dan kadar airnya. Sambil Itu, ketupat sebagai olahan beras Memiliki kandungan energi yang relatif sebanding, meski dapat berbeda Sebab proses pengolahan dan kadar air yang lebih tinggi.

Proses pembuatan ketupat yang direbus Di waktu lama menyebabkan beras menyerap lebih banyak air. Di prinsip komposisi Ketahanan Pangan yang juga digunakan secara internasional Bersama FAO dan USDA, kandungan zat gizi dihitung per 100 gram bahan Ketahanan Pangan. Artinya, ketika kadar air Menimbulkan Kekhawatiran, maka kandungan zat gizi lain seperti karbohidrat Berencana tampak lebih rendah secara proporsi, meski secara total belum tentu lebih sedikit.

Di Di Itu, proses pemasakan juga memengaruhi struktur pati Di beras. Di literatur ilmu Ketahanan Pangan seperti On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen, dijelaskan bahwa pemanasan Di air menyebabkan pati Merasakan gelatinisasi, yaitu perubahan struktur yang membuatnya lebih mudah dicerna Bersama enzim.

Sejumlah kajian Di bidang Minuman Bergizi juga Menunjukkan bahwa proses ini dapat memengaruhi ketersediaan karbohidrat dan respons tubuh Pada Minuman, termasuk kaitannya Bersama indeks glikemik sebagaimana dibahas Di berbagai Eksperimen serta rujukan Bersama World Health Organization dan Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Karbohidrat yang lebih mudah dicerna Berencana lebih cepat Meningkatkan kadar gula darah, Agar memicu lonjakan insulin dan Berpeluang membuat rasa kenyang lebih singkat. Di jangka panjang, Situasi ini dapat berkontribusi Ke peningkatan asupan kalori dan penumpukan lemak jika tidak diimbangi Bersama pola makan yang seimbang.

Meski demikian, dampak Pada Kecepatanakses pencernaan dan respons gula darah tidak selalu sejalan langsung Bersama jumlah kalori. Di praktiknya, total energi yang masuk Di tubuh tetap lebih ditentukan Bersama porsi yang dikonsumsi secara keseluruhan.

Yaitu, Kendati ketupat dapat Memiliki karakteristik yang membuatnya terasa lebih ringan atau lebih cepat dicerna, hal tersebut tidak serta-merta membuatnya jauh lebih rendah kalori dibanding nasi. Jika dikonsumsi Di jumlah yang setara, keduanya tetap dapat Menyediakan kontribusi energi yang relatif sama.

Kata Ahli Kepuasan: Pengolahan Minuman Bisa Mengubah Cara Tubuh Mencerna

Ahli Kepuasan spesialis gizi klinis menilai bahwa pilihan Di nasi dan ketupat tidak hanya soal kalori, tetapi juga Yang Terkait Bersama proses pengolahannya.

“Pasti mending nasi, Sebab kan ketupat Minuman olahan ya,” jelas dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist).

Menurutnya, nasi cenderung lebih sederhana Sebab tidak Melewati proses tambahan seperti pemadatan dan perebusan Di waktu lama sebagaimana ketupat. Di konteks gizi, proses pengolahan ini dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespons Minuman, termasuk Di hal Kecepatanakses pencernaan dan rasa kenyang.

Minuman yang lebih cepat dicerna umumnya membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Dampaknya, seseorang bisa lebih cepat merasa lapar dan Berpeluang makan lebih banyak, yang Ke akhirnya Meningkatkan total asupan kalori.

Bersama Detail, dr Oki menekankan bahwa menjaga berat badan Pada Lebaran tidak cukup hanya Bersama memilih sumber karbohidrat. Pemilihan menu secara keseluruhan juga perlu diperhatikan, terutama Sebab hidangan khas Lebaran umumnya tinggi lemak dan santan.

Yaitu, baik nasi maupun ketupat tetap bisa dikonsumsi, tetapi Kesejajaran menu dan kontrol porsi tetap menjadi Kunci utama.

Bersama Sebab Itu, Mana yang Lebih Bikin Gemuk?

Ke akhirnya, baik nasi maupun ketupat tidak secara otomatis membuat seseorang lebih cepat gemuk. Keduanya berasal Bersama bahan yang sama dan Memiliki kontribusi energi yang relatif serupa jika dikonsumsi Di jumlah setara. Perbedaan utama justru terletak Ke proses pengolahan serta bagaimana Minuman tersebut dikonsumsi Di keseharian.

Ketupat yang merupakan olahan beras memang dapat Memiliki karakteristik yang membuatnya terasa lebih ringan, tetapi juga Berpeluang lebih cepat dicerna dan lebih sulit diperkirakan porsinya. Sambil Itu, nasi cenderung lebih sederhana dan lebih mudah dikontrol jumlahnya. Tetapi, faktor yang paling menentukan tetaplah total asupan kalori Bersama keseluruhan Minuman, termasuk lauk pendamping yang umumnya tinggi lemak Pada Lebaran.

Maka Itu, alih-alih Memusatkan Perhatian Ke memilih Di nasi atau ketupat, yang lebih penting adalah menjaga Kesejajaran menu dan mengontrol porsi makan. Bersama Langkah Tersebut, momen menikmati hidangan khas Lebaran tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan Kesejajaran.

Halaman 2 Bersama 3

Simak Video “Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?

(fti/up)


Pantang Menggendut usai Lebaran

4 Konten

Beragam Minuman enak Pada lebaran merupakan godaan yang sulit dihindari. Memang tidak serta merta bikin gendut hanya Di 1-2 hari, hanya saja ada risiko keenakan terus berlanjut. Dampaknya, Bersama Sebab Itu ‘lebaran’ Sesudah lebaran.

Konten Lanjutnya

Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sama-sama Bisa Bikin Gemuk, Ini Hitung-hitungan Kalorinya