Jakarta –
Januari Dari Sebab Itu bulan yang ditunggu-tunggu Sebagai pecinta durian! Panen durian suku Baduy Ke Lebak, Banten selalu dinanti-nanti sebagian traveler.
Suku Baduy merupakan suku adat yang tinggal dan mendiami kawasan pelosok Lebak, Banten, Jawa Barat. Menjelang akhir tahun hingga memasuki bulan Januari, Urang Baduy (Kelompok Suku Baduy) biasanya Akansegera panen durian Didalam pohon-pohon yang mereka tanam dan rawat sepenuh hati.
Tak tanggung-tanggung, satu pohon bisa menghasilkan Disekitar seribu buah Di sekali panen. Tak heran, Baduy selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga turis Asing Sebagai berburu durian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda Didalam tahun-tahun Sebelumnya Itu, hasil panen durian Baduy Ke 2026 dilaporkan menurun Didalam jumlah biasanya. Kepala Desa Kenakes Baduy, Oom, melaporkan bahwa penurunan panen durian itu terjadi Dari awal tahun 2026.
“Ke awal tahun 2026, Kelompok Baduy sumringah lantaran sudah masuk panen musim durian. Akan Tetapi, panen tahun ini sedikit berbeda Lantaran jumlah hasil panen menurun,” kata Oom Di keterangan tertulis kepada detikTravel, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, penurunan hasil panen ini disebabkan Dari faktor cuaca ekstrem yang Pada ini Di terjadi.
“Jumlah hasil panen durian Baduy bergantung Ke alam, Supaya cuaca ekstrem yang Mengamuk Daerah Lebak menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan hasil panen tahun ini,” dia menambahkan.
Oom juga menjelaskan bahwa penurunan hasil panen ini tidak mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang Ke Baduy. Oom bilang kendati durian tidak melimpah, tetapi kesediaan durian cukup Sebagai menjadi hidangan Untuk para wisatawan.
“Akan Tetapi Kelompok Baduy memastikan durian masih tersedia Sebagai bisa dinikmati Dari wisatawan yang berkunjung Ke sini,” kata Oom.
Tetapi, traveler perlu mencatat bahwa Baduy tak setiap Pada buka buat wisatawan. Baduy ditutup Sebagai kunjungan orang luar Di Kawalu.
“Di prosesi Kawalu berlangsung, rombongan wisatawan tidak diperkenankan berkunjung Ke Baduy Di,” kata Oom.
Oom menjelaskan Kebiasaan Kawalu merupakan rutinitas tahunan Kelompok Baduy yang bersifat sakral. Kawalu Akansegera berlangsung Di tiga bulan mulai Didalam Januari sampai Maret. Tahun ini, Kawalu dimulai Ke 20 Januari.
Durian Baduy: Tumbuh Alami Tanpa Bahan Kimia
Menurut arsip berita detikTravel, buah durian yang tumbuh Ke Suku Baduy merupakan durian organik yang alami. Proses penanaman hingga panen dilakukan secara alami tanpa menggunakan bahan kimia.
Durian khas Baduy tidak Memperoleh bentuk dan warna buah yang pakem, Lantaran hasilnya tergantung Ke alam. Akan Tetapi, satu hal yang bisa dipastikan adalah soal rasa yang alami dan khas yang tidak bisa ditemui Ke tempat lain.
Urang Baduy, baik Baduy Di maupun Baduy Luar, dikenal sebagai suku adat yang memegang erat kepercayaan Sebagai menjaga dan melestarikan alam. Mereka menjadikan alam sebagai tempat hidup yang dihormati.
Dari Sebab Itu, menurut mereka penggunaan bahan kimia seperti pestisida, pupuk kimia, hingga vitamin dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Jamal, seorang pengepul durian Suku Baduy menjelaskan bahwa Ke zaman dulu, pohon-pohon durian Ke Baduy tumbuh secara alami Didalam sendirinya tanpa dibudidayakan.
“Rata-rata ditanam tapi yang tumbuh sendiri juga dirawat gitu, Dari Sebab Itu seadanya saja. Kalau orang-orang dulu Mungkin Saja merawat pohon durian yang tumbuh Ke area ladang sampai gede,” ujarnya.
Jamal yang tumbuh besar Ke Baduy Luar itu juga menjelaskan pohon-pohon durian yang sudah tidak produktif, tidak boleh ditebang. Pohon-pohon itu dibiarkan hingga berusia ratusan tahun dan mati Didalam sendirinya. Pohon durian ini menjadi warisan Untuk generasi Berikutnya.
Wisatawan Berburu Durian
Durian Baduy terkenal Didalam cita rasa khas nya yang alami dan menjadi daya tarik wisatawan Sebagai ikut berburu nikmatnya rasa durian khas Baduy tersebut.
detikTravel membagi cerita ketika bermalam Ke Baduy Luar Ke 2024. Di catatan tersebut, detikTravel menjelaskan Suku Baduy selalu ramai dikunjungi wisatawan Didalam berbagai Daerah.
Bukan Hanya Itu, cita rasa durian Baduy ini juga terkenal Ke kalangan turis mancanegara, Jamal menjelaskan bahwa turis-turis Didalam Negeri Eropa yang datang Ke Baduy turut mencicipi nikmatnya durian khas Baduy tersebut.
Didalam yang awalnya ogah-ogahan, banyak Didalam mereka yang justru tertarik dan terpikat Didalam rasa alami durian khas Baduy itu.
“Malahan turis Asing pun sampai Ke sini. Ada yang Didalam Spanyol, Rusia, Italia, banyak lagi Didalam Eropa. Dari Sebab Itu ada yang belum pernah nyoba sama sekali, tapi ketika sampai Ke Baduy dan mencicipi (durian), mereka langsung suka,” kata Jamal.
Jangan sampai kehabisan musim durian, ya… Jadwalkan buat Berkunjung Ke Baduy akhir pekan ini.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sebelumnya Kawalu, Traveler Masih Bisa Pesta Durian Ke Baduy











