loading…
Serangan Di fasilitas Migas Arab Saudi telah memangkas kapasitas produksi. FOTO/Arab News
“Jika konflik berlanjut, petani Berencana Mengurangi luas tanam atau penggunaan pupuk, yang Di akhirnya dapat menurunkan hasil panen dan Mendorong harga Ketahanan Pangan lebih tinggi,” tulis laporan Organisasi Ketahanan Pangan dan Agrikultur Organisasi Internasional (FAO).
Baca Juga: Jet Tempur Pakistan Kini Ikut Jaga Area Saudi, Riyadh Mulai Tak Lagi Percaya AS?
Laporan Bloomberg yang mengutip Kantor Berita Saudi (SPA) menyebutkan bahwa serangan Di fasilitas produksi Di Manifa dan Khurais menjadi penyebab utama merosotnya angka produksi harian tersebut. Di Itu, serangan terpisah yang menargetkan stasiun pompa Di jalur pipa East-West turut memangkas arus distribusi sebesar 700.000 barel per hari, padahal jalur ini merupakan rute alternatif vital Ke terminal Yanbu Sebagai menghindari blokade Di Selat Hormuz.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Serangan Iran Pangkas Produksi Migas Saudi 600.000 Barel per Hari











