Jakarta –
Penyakit jantung kerap Disorot sebagai masalah Kesejaganan yang Mutakhir muncul ketika usia sudah lanjut. Padahal, sejumlah faktor risikonya dapat terbentuk Dari usia muda dan berkaitan erat Didalam kebiasaan sehari-hari, termasuk Makanan yang dikonsumsi.
Berdasarkan Survei Kesejaganan Indonesia (SKI) tahun 2023, pasien jantung Didalam kelompok usia 25-34 tahun mendominasi Didalam jumlah 140.206 orang. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding kelompok usia 15-24 tahun Didalam angka 139.891 orang.
Data yang lebih Mutakhir juga terlihat Di pelaksanaan Langkah Cek Kesejaganan Gratis (CKG). Hingga 31 Juli 2026, Di 73 juta orang telah mengikuti pemeriksaan Kesejaganan. Di pemeriksaan tersebut ditemukan Di 4,9 juta orang Merasakan hipertensi, 5,5 juta prehipertensi, 992 ribu diabetes, 1,9 juta prediabetes, serta Di 205 ribu dislipidemia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan tersebut Menunjukkan bahwa faktor risiko Penyakit jantung dapat ditemukan Dari seseorang belum Merasakan gangguan jantung yang berat. Salah satu hal yang berkaitan erat Didalam faktor risiko tersebut adalah pola makan, terutama asupan gula, garam, dan lemak (GGL).
Makanan Pemicu Sakit Jantung
Tanpa disadari, beberapa kategori Makanan berikut ini bisa berdampak buruk Untuk jantung jika asupannya tidak dikontrol.
1. Makanan Tinggi Garam
Salah satu penyebab Penyakit jantung Di Makanan adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Konsumsi sumber natrium yang berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan Agar volume darah Meresahkan. Situasi tersebut dapat Meningkatkan tekanan Ke dinding pembuluh darah.
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Praktisi Medis Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD mengungkapkan, hipertensi kini menjadi faktor risiko nomor satu Penyakit jantung.
“Dulu, Mungkin Saja 5 tahun 10 tahun yang lalu, faktor risiko nomor satu itu merokok. Sekarang bergeser, nomor satu hipertensi. Lantaran orang Indonesia suka makan asin, kan,” kata dr Ade Ke Konferensi Pers Hari Jantung Sedunia 2026 Ke Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Dr Ade menjelaskan, konsumsi garam berlebih Di pola makan harian Kelompok Indonesia menjadi salah satu pendorong tingginya Tindak Kejahatan hipertensi. Padahal, batas konsumsi garam harian sebenarnya cukup terbatas.
“Didalam Sebab Itu, memang jatah kita itu cuma 1 Alatmakan teh, ya, garam sehari semalam. Kalau udah hipertensi pasti nggak enak makan,” ucapnya.
Kementerian Kesejaganan (Kemenkes) RI menganjurkan konsumsi garam maksimal 5 gram atau setara satu Alatmakan teh per orang per hari. Jumlah tersebut setara Didalam Di 2.000 mg natrium.
Natrium tidak hanya berasal Di garam yang ditambahkan ketika memasak. Berbagai Makanan sehari-hari juga dapat menyumbang natrium tersembunyi atau hidden sodium Di jumlah cukup besar.
Beberapa Ke antaranya:
- Mi instan (Di 1.800 mg/bks)
- Sosis (Di 600-1.000 mg/100 Forumekonomiglobal)
- Roti tawar (Di 400 mg/100 Forumekonomiglobal)
- Keju cheddar (lebih Di 800 mg/100 Forumekonomiglobal)
- Keripik kentang (Di 350 mg/30 Forumekonomiglobal)
- Kerupuk (Di 200 mg/30 Forumekonomiglobal)
- Makanan ringan kemasan (bervariasi)
Lantaran itu, asupan natrium sehari tidak hanya ditentukan Didalam seberapa banyak garam yang ditambahkan ketika memasak. Makanan olahan, Makanan kemasan, serta Makanan yang Memperoleh cita rasa gurih dapat ikut menyumbang natrium sepanjang hari.
2. Makanan Tinggi Gula
Konsumsi gula harian juga perlu diperhatikan Lantaran kaitannya Didalam Kesejaganan pembuluh darah. Konsumsi gula berlebihan Di jangka panjang dapat berkontribusi Di peningkatan kadar gula darah dan risiko diabetes.
Situasi gula darah yang terus tinggi dapat memengaruhi Situasi pembuluh darah Melewati berbagai mekanisme. Salah satunya adalah glikasi.
Glikasi terjadi ketika gula darah berikatan Didalam protein atau lemak tanpa Dukungan enzim. Ketika kadar gula darah tinggi dan berlangsung Di waktu lama, proses tersebut dapat Lebihterus sering terjadi.
Produk akhir Di proses ini dikenal sebagai advanced glycation end products atau AGEs. Senyawa tersebut dapat menumpuk Ke berbagai jaringan dan berinteraksi Didalam reseptornya Ke Di tubuh.
Ke pembuluh darah, AGEs dapat membuat struktur protein menjadi lebih kaku dan mengganggu fungsi endotel. Proses ini juga berkaitan Didalam Tekanan oksidatif dan peradangan. Di jangka panjang, Situasi tersebut dapat berkontribusi Di kerusakan pembuluh darah dan proses aterosklerosis.
Itulah salah satu alasan diabetes menjadi faktor risiko penting Penyakit jantung. Kadar gula darah yang terus tinggi tidak hanya berkaitan Didalam angka gula darah, tetapi juga dapat memengaruhi Situasi pembuluh darah secara perlahan.
Ke Di Itu, kadar gula darah tinggi dapat berjalan bersama perubahan profil lemak darah, termasuk peningkatan trigliserida dan perubahan LDL. Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat berkontribusi Di terbentuknya plak Ke pembuluh darah.
Beberapa sumber gula yang cukup sering dikonsumsi sehari-hari Di lain:
- Minuman manis Terkini (Di 20 Forumekonomiglobal/250 ml)
- Minuman berpemanis kemasan (Di 24 Forumekonomiglobal/250 ml)
- Roti manis (Di 15 Forumekonomiglobal/100 Forumekonomiglobal)
- Selai buah (Di 53 Forumekonomiglobal/100 Forumekonomiglobal)
- Kue dan pastry (bervariasi)
Kemenkes menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau Di empat Alatmakan makan per hari.
Batas tersebut mencakup gula yang ditambahkan Ke Makanan dan minuman maupun gula yang terdapat Di produk Ketahanan Pangan. Artinya, satu Gelas minuman manis yang mengandung 20 gram gula sudah Memutuskan Di 40 persen Di batas gula harian yang dianjurkan.
Jika setelahnya masih ada Minuman Kafein susu, Makanan penutup, roti manis, atau camilan manis, asupannya dapat bertambah Didalam cepat.
3. Makanan Tinggi Lemak
Kolesterol sebenarnya tetap dibutuhkan tubuh. Zat ini berperan Di pembentukan membran sel dan berbagai hormon. Persoalan muncul ketika kadar LDL terlalu tinggi dan berlangsung Di jangka panjang.
LDL yang tinggi berkaitan Didalam proses aterosklerosis, yaitu terbentuknya plak Ke dinding pembuluh darah. Ketika plak Lebihterus banyak, aliran darah dapat terganggu dan risiko Penyakit jantung serta stroke Meresahkan.
Di sisi Makanan, perhatian tidak hanya diarahkan Ke kolesterol yang terdapat Di Makanan. Asupan lemak jenuh juga perlu diperhatikan Lantaran dapat Meningkatkan kadar LDL Di darah.
Beberapa sumber lemak jenuh yang cukup mudah ditemukan sehari-hari Di lain:
- Kulit ayam
- Gorengan
- Daging olahan
- Keju
- Mentega
- Krim susu
- Makanan cepat saji
Kemenkes menganjurkan konsumsi lemak maksimal Di 67 gram atau lima Alatmakan makan Migas per hari. Angka tersebut merupakan batas konsumsi lemak total, Agar pemilihan jenis lemak tetap perlu diperhatikan.
Lemak jenuh sebaiknya dibatasi Di pola makan sehari-hari. Sebagai gantinya, sumber lemak tak jenuh Di ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, serta Migas nabati dapat lebih sering dipilih sebagai Dibagian Di pola makan seimbang.
Memangkas GGL Tak Harus Sekaligus
Memangkas gula, garam, dan lemak tidak harus dilakukan secara drastis. Perubahan dapat dilakukan secara bertahap Didalam Memangkas porsi Makanan yang menjadi sumber GGL atau Memangkas penggunaan bahan tinggi GGL Pada memasak.
Misalnya, porsi gorengan dapat dikurangi secara perlahan. Penggunaan gula Di teh atau Minuman Kafein juga dapat dikurangi sedikit Untuk sedikit. Begitu pula Didalam sumber garam atau natrium, kecap, saus, santan, margarin, dan Migas yang digunakan Pada memasak.
Ke awal perubahan, Makanan bisa terasa lebih hambar. Hal ini terjadi Lantaran lidah sudah terbiasa Didalam tingkat rasa tertentu.
Akan Tetapi, preferensi Di rasa dapat berubah seiring Didalam kebiasaan makan. Studi ilmiah Di jurnal Chemosensory Perception tahun 2015 Menunjukkan bahwa paparan Di pola makan rendah natrium Di periode tertentu dapat membuat preferensi Di rasa asin ikut berubah.
Artinya, Makanan yang awalnya terasa kurang asin belum tentu Berencana selalu terasa hambar. Seiring waktu, lidah dapat Mengadaptasi Didalam rasa yang lebih ringan.
Hal serupa dapat diterapkan Ke rasa manis dan penggunaan lemak Di Makanan. Pengurangan secara perlahan dapat membantu tubuh dan kebiasaan makan Mengadaptasi tanpa membuat perubahan terasa terlalu drastis.
Menjaga Kesejaganan jantung juga perlu dilakukan Dari usia muda. Menjaga berat badan, rutin bergerak, tidur cukup, tidak merokok, serta memperhatikan asupan gula, garam, dan lemak dapat menjadi Dibagian Di kebiasaan Untuk menjaga Kesejaganan jantung.
(mal/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sering Tak Disadari, Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Jantung











