Bandung –
War Takjil bareng Gen Z Di Disekitar GOR Saparua Di Bandung sungguh seru. Mereka tidak mau kalah berburu takjil incaran.
War Takjil adalah istilah populer yang merujuk Di Kejadian Luar Biasa perburuan hidangan berbuka puasa yang dilakukan secara antusias Dari berbagai kalangan Kelompok. Di Bandung, Kejadian Luar Biasa ini terjadi Di berbagai tempat. Salah satunya Di GOR Saparua, Di mana Gen Z menjadi pemeran utamanya.
Lokasi yang strategis Di jantung kota serta keberagaman Masakan menjadi alasan utama GOR Saparua bertransformasi menjadi destinasi Unjuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung tidak hanya disuguhi menu tradisional, tetapi juga jajanan Terkini yang menggugah selera. Jajaran lapak Di sini menawarkan beragam menu, mulai Di tahu bulat, es teler, cuanki, cilor, hingga cumi bakar dan nasi bakar.
Zainal (17), salah satu pengunjung yang datang bersama temannya, Ilham (16), mengungkapkan alasan mengapa ia rela menempuh perjalanan Di sini.
“Kalau aku mah Sebab lebih komplit aja sih Di sini. Soalnya kalau Di yang lain tuh Mungkin Saja gak seberagam disini,” ujar dia, Minggu (8/3).
“Sama banyak anak-anak Gen Z juga kan Di sini, seru lah jadinya,” tambah Ilham, yang mengaku sengaja datang Sebab suasana ramai anak muda Untuk sekadar nongkrong.
Senada Di hal itu, Syauqi (23) menambahkan, “Kita pengen nyari jajanan yang banyak dan lebih variatif dan Di Saparua ini emang Untuk segi kelengkapan jajanannya ya cukup bervariatif lah,”.
Kejadian Luar Biasa War Takjil yang ramai Di media sosial juga membawa berkah nyata Untuk para pedagang lokal Di area Saparua. Viralitas konten yang dibuat Dari anak muda, khususnya Gen Z, Menyediakan dampak ekonomi yang signifikan Untuk para pedagang.
Riska (35), seorang pedagang es teler, es ubi ungu creamy, dan kolak, mengakui bahwa keramaian tahun ini sangat dipengaruhi Dari Gaya Di Duniamaya.
“Iya sih, sebenarnya kita kebantu banget sama viralnya war takjil Di sosial media Di anak-anak muda khususnya Gen Z gitu. Karena Itu Di area Saparua ini kita juga kena imbas positifnya banget,” jelas Riska.
Dampaknya pun tidak main-main. Riska menyebutkan bahwa omzet penjualannya melonjak hingga 100 persen berkat keramaian Di bulan puasa yang dipicu Dari Gaya viral tersebut. Meski ia berjualan hampir setiap hari Di hari biasa, suasana Di bulan Ramadan jauh lebih padat.
“Beda banget ya Sebab bulan puasa kan Di nyari buat bukaan gitu ya, sampai Di war takjil… Karena Itu, memang lebih ramai Di bulan puasa,” tambahnya.
Selain faktor Citarasa, GOR Saparua Dikatakan sebagai titik Ditengah yang memudahkan orang Di berbagai Daerah Untuk bertemu dan menghabiskan waktu sore.
Untuk Syauqi (23) yang datang Di Antapani, Saparua adalah lokasi paling adil Untuk janjian Di teman-teman yang rumahnya saling berjauhan.
“Pertama Di Ditengah kota ya, deket Di mana-mana, Sebab kan aku janjian sama temen-temen juga banyakan… ya udah kita cari tengahnya aja gitu,” ungkap Syauqi.
Keriuhan ini biasanya mencapai puncaknya menjelang azan Maghrib. Antrean Di setiap lapak pedagang Lebih memanjang, menciptakan suasana perburuan takjil yang seru dan Tantangan, Akan Tetapi tetap penuh kebersamaan Untuk warga Bandung.
——–
Artikel ini telah naik Di detikJabar.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: War Takjil Seru Bareng Gen Z Di Saparua, Pedagang Full Senyum











