Jakarta, CNN Indonesia —
Dukungan Pemerintah Untuk Kendaraan Angkutan Umum listrik dinilai lebih bermanfaat ketimbang Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik dan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik sebab lebih efektif Memangkas kemacetan dan polusi Hingga Jakarta, menurut Inisiatif Strategis Transportasi (Instran).
“Saya titip Hingga teman-teman jurnalis Untuk disuarakan bahwa mensubsidi Kendaraan Angkutan Umum listrik jauh Berencana lebih bermanfaat Untuk publik daripada Kendaraan Pribadi dan Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik,” kata Pendiri Instran, Ki Darmaningtyas Hingga Jakarta, Kamis (8/1), diberitakan Ditengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmaningtyas menjelaskan Dukungan Pemerintah Untuk Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik dan Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik justru membuat populasinya Lebih banyak dan dikatakan bakal bikin macet jalanan.
“Tapi kalau Dukungan Pemerintah Kendaraan Bermotor Roda Dua atau Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik, pasti Berencana menambah kemacetan. Memang polusinya berkurang, tetapi kemacetannya Berencana bertambah,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik, pemerintah juga Menyediakan Dukungan Pemerintah, salah satunya berupa Pajak Lainnya Pertambahan Nilai yang ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Untuk Kendaraan Angkutan Umum listrik kategorinya sebagai berikut:
– Kendaraan Angkutan Umum listrik TKDN minimal 40 persen, PPN DTP 10 persen
– Kendaraan Angkutan Umum listrik TKDN 20-40 persen, PPN DTP 5 persen
Tetapi PPN DTP itu sudah berakhir Ke Desember 2025. Sampai Sekarang belum ada keputusan melanjutkannya Hingga 2026.
Pembina industri Kendaraan Pribadi Hingga Untuk negeri, Kementerian Perindustrian, Lagi menyiapkan Dukungan Pemerintah Terbaru Untuk Kendaraan Listrik tetapi belum disebutkan buat Kendaraan Angkutan Umum listrik.
Walau begitu skema Dukungan Pemerintah yang dipaparkan Pejabat Tingginegara Perindustrian Agus Gumiwang lebih luas Bersama Sebelumnya Itu, meliputi kategori penggunaan jenis baterai.
Baterai LFP (lithium ferro phosphate) rencananya Menyambut stimulus lebih kecil, sedangkan Kendaraan Listrik menggunakan nikel bakal lebih besar.
Agus Ke awal 2026 menekankan soal TKDN produksi lokal yang disebut sebagai prinsip usulan Dukungan Pemerintah Terbaru.
“Tapi yang paling penting, Untuk kita Untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan itu juga lebih detail lagi insentifnya,” ucap Agus.
(fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Dukungan Pemerintah Kendaraan Angkutan Umum Listrik Lebih Bermanfaat Hingga DKI Ketimbang Kendaraan Pribadi dan Kendaraan Bermotor Roda Dua











