Jakarta, CNN Indonesia —
Astra Daihatsu Kendaraan Bermotor Roda Dua (ADM) menjelaskan penjualan produk low cost green car (LCGC) Menyaksikan penurunan kontribusi ketika segmen Kendaraan Pribadi menengah-atas Menyaksikan Kemajuan. Walau drop, ADM mengatakan produk Daihatsu Ke LCGC masih mampu bertahan secara volume.
Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM Sri Agung Handayani menjelaskan Situasi pasar Kendaraan Pribadi Indonesia sepanjang tahun ini sejatinya Menunjukkan Gaya positif.
Hal itu terlihat Di Kemajuan penjualan baik Ke level wholesales maupun Ritel dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau dibandingkan tahun lalu itu, baik wholesale maupun Ritel Meresahkan dua-duanya. Artinya ada indikasi ada Kemajuan positif,” kata Agung Ke Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, perubahan pola permintaan konsumen telah terlihat. Segmen kendaraan yang Menyaksikan Kemajuan Di ini mayoritas berasal Di kelas menengah Ke atas, tapi model kendaraan harga terjangkau justru Menyaksikan penurunan tajam.
“Kalau Ke segmen-segmen yang tumbuh itu adalah semua segmen yang medium high. Tapi memang LCGC tampaknya itu Menyaksikan penurunan secara kontribusi,” kata dia.
Meski kontribusi pasar menyusut, Agung menegaskan Situasi tersebut tidak otomatis membuat LCGC merek Daihatsu mau pun Toyota menyusut secara volume.
Selain pergeseran Ke segmen kendaraan penumpang kelas menengah atas, Daihatsu juga melihat Kemajuan penjualan Ke pasar kendaraan niaga. Hal ini bisa dilihat Di permintaan fleet proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengerek naik penjualan Daihatsu Gran Max.
Ke sisi lain, Agung menyebutkan Daihatsu berharap industri Kendaraan Pribadi tetap dapat menjaga daya beli Komunitas, terutama Untuk konsumen pembeli Kendaraan Pribadi pertama, atau target utama konsumen LCGC.
Perusahaan juga Di menyiapkan berbagai paket pembiayaan bersama mitra Di rantai Usaha Kendaraan Pribadi agar kepemilikan kendaraan tetap terjangkau. Ada juga kerjasama Sebagai proses pembelian kendaraan, Perawatan Medis hingga penjualan kembali.
Penjualan nasional dan LCGC
Penjualan Kendaraan Pribadi nasional Menunjukkan Gaya positif Ke Januari hingga Mei 2026. Hampir seluruh segmen kendaraan Menyaksikan kenaikan distribusi Di pabrik Ke dealer (wholesales), kecuali LCGC.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales Kendaraan Pribadi nasional Ke lima bulan awal 2026 mencapai 359.015 unit. Angka itu naik 12,8 persen dibandingkan periode yang sama Ke 2025.
Menurut data Gaikindo, kenaikan pasar Ke 2026 ini mayoritas ditopang Di segmen elektrifikasi. Sedangkan LCGC menjadi segmen Kendaraan Pribadi paling tidak beruntung Ke sepanjang lima bulan berjalan Ke tahun ini.
Masih Di data Gaikindo, distribusi Kendaraan Pribadi hybrid terekam mencapai 34.151 unit Ke Januari-Mei 2026 atau naik 49,7 persen. Lalu Kendaraan Pribadi PHEV tumbuh 416,1 persen menjadi 2.601 unit, Sambil Itu Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik murni Menyaksikan kenaikan angka distribusi 80 persen menjadi 57.087 unit.
Sebagai distribusi Kendaraan Pribadi penumpang dan komersial naik tipis Ke Januari-Mei 2026 dibanding Januari Mei 2025, yaitu 7,6 persen menjadi 219.121 unit.
LCGC menjadi satu-satunya segmen Kendaraan Pribadi yang Menyaksikan penyusutan pasar Ke periode tersebut. Pada Januari-Mei 2026, distribusi LCGC turun 22,9 persen menjadi 46.055 unit. Sedangkan distribusi LCGC periode lima bulan pertama 2025 mencapai 59.747 unit.
Di lima bulan tersebut, LCGC Toyota Calya menjadi model terlaris yang diikuti Daihatsu Sigra dan Honda Brio Satya. Sebagai si kembar Toyota Agya dan Daihatsu Ayla bertengger Ke posisi dua terbawah.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Penjualan Kendaraan Pribadi Menengah-Atas Tumbuh Di LCGC Drop











