loading…
Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2024 Menunjukkan Indonesia Memperoleh 20,4 juta penderita diabetes Didalam prevalensi mencapai 11,3 persen. Foto/istimewa
Lebih mengkhawatirkan lagi, proyeksi IDF Menunjukkan jumlah diabetesi Di Indonesia diperkirakan Menimbulkan Kekhawatiran menjadi 28,6 juta Di tahun 2045. Situasi ini memicu tingginya permintaan Berencana produk herbal sebagai alternatif Terapi yang lebih terjangkau, Tetapi sayangnya juga membuka celah Untuk peredaran produk palsu yang membahayakan.
Akhmad Rois, Direktur PT. Hollis Media Bariklana, perusahaan distributor produk herbal Srevot, Mengungkapkan keprihatinannya Di Kejadian Luar Biasa ini. “Di Di krisis diabetes nasional, justru muncul ancaman Mutakhir berupa maraknya produk herbal palsu. Ini sangat berbahaya Sebab diabetesi adalah kelompok yang sangat rentan Di komplikasi Kesejaganan,” ungkap Akhmad.
Diabetesi Rentan Dari Sebab Itu Target Produk Palsu
Menurut Akhmad, penderita diabetes menjadi target empuk produk palsu Sebab beberapa faktor. Pertama, biaya Terapi diabetes yang tinggi Merangsang pasien mencari alternatif yang lebih murah. Kedua, diabetes adalah Gangguan seumur hidup yang membutuhkan Terapi konsisten, Agar menciptakan pasar yang besar dan berkelanjutan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pelatihan Terapi Herbal Aman Di Di Meningkatnya Peristiwa Pidana Hukum Diabetes











