loading…
Konflik yang melibatkan Iran Didalam Israel dan Amerika Serikat (AS) Berpotensi Untuk Memberi tekanan Pada perekonomian Internasional sekaligus Situasi fiskal Indonesia, berikut hitungannya. Foto/Dok
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi yang sangat vital Untuk perekonomian dunia. Lantaran itu, berbagai pihak Memperoleh kepentingan agar Kegiatan distribusi Migas dan bahan bakar Ke jalur tersebut dapat kembali berjalan normal.
Menurut dia, konsumen utama Migas yang Melewati jalur Selat Hormuz seperti China, India, Japan, dan South Korea Memperoleh peran besar Untuk perekonomian Internasional. Keempat Bangsa tersebut diperkirakan berkontribusi Disekitar 27% Pada pembentukan produk domestik bruto (GDP) dunia Ke 2026.
Baca Juga: Harga Migas Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun
“Artinya, jika terjadi gangguan distribusi Migas Ke Selat Hormuz, minimal Berencana Memberi dampak negatif Pada Kegiatan ekonomi yang mewakili Disekitar 27% perekonomian Internasional,” ujar Komaidi ReforMiner Note, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Titik Vital Selat Hormuz, Sejauh Mana Konflik AS-Israel vs Iran Guncang Ekonomi Dunia dan Indonesia











