loading…
Ridwan al-Makassary, Dosen Ke Fakultas Ilmu Sosial UIII/Direktur Center of Muslim Politics and World Society UIII. Foto/Dok. SindoNews
Dosen Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII.
Ke Di gegap gempita berita tentang rudal jelajah dan pesawat siluman yang mendominasi pemberitaan Konflik Bersenjata Israel-AS versus Iran 2026, kita acap terjebak Ke narasi tentang Metode Keahlian militer. Pemimpin Negara Donald Trump, Didalam arogan Mengungkapkan bahwa operasi militer besar-besaran Pada Iran hampir mencapai titik akhir, dan juga mengklaim kekuatan militer Iran telah lumpuh total. “Mereka tidak Memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak Memiliki angkatan udara,” sembari merinci banyak target yang telah dihancurkan.
Secara tak terhindarkan, “Konflik Bersenjata kata-kata” terjadi Di AS-Israel vs Iran tentang akhir Konflik Bersenjata. Trump Mengungkapkan bahwa konflik Didalam Iran bisa berakhir kapan saja jika ia menginginkannya, Malahan mengatakan “Setiap kali saya ingin itu berakhir, itu Berencana berakhir.”
Ia juga beberapa kali menyebut Konflik Bersenjata itu bisa selesai “sangat cepat”, Lantaran banyak target militer Iran sudah dihancurkan. Sebagai Gantinya, Iran tegas menolak narasi tersebut dan menegaskan bahwa akhir Konflik Bersenjata tidak ditentukan Washington, tetapi Didalam kemampuan Iran Sebagai terus melawan dan mempertahankan kedaulatannya.
Iran tidak mau diajak kompromi jika Keinginan Sebagai tidak menyerang Iran Ke masa Di tidak diterima. Iran berdalih, dua kali perundingan, dua kali juga Iran dihajar rudal. Janji mediasi telah hancur Di serangan militer Amerika menghantam Teheran.
Tetapi, pertanyaan yang lebih mendasar justru acap luput Untuk analisis kita, yaitu apakah Konflik Bersenjata modern benar-benar ditentukan Didalam siapa yang Memiliki rudal paling canggih? Ataukah ada variabel yang lebih menentukan Untuk berperang? Tulisan ini Berencana Merundingkan persoalan ini Sebagai memperoleh gambaran yang lebih jernih.
Ada lima variable (faktor), paling tidak, yang menentukan durasi dan akhir Konflik Bersenjata yang saling berkelindan satu sama lain. Pertama adalah tujuan Konflik Bersenjata. Untuk banyak Tindak Kejahatan, durasi Konflik Bersenjata sangat bergantung Ke seberapa besar tujuan yang ingin dicapai.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Faktor-Faktor Penentu Akhir Konflik Bersenjata Israel-AS Vs Iran











