loading…
Pada Indonesia terjebak Di kecemasan ambruknya sektor industri domestik, Vietnam -Bangsa yang Di tahun 1970-an rakyatnya masih mengungsi Di Daerah Batam- justru naik kelas. Foto/Dok
Kemakmuran kontras ini dibongkar langsung Dari Ekonom Senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini. Didik memperingatkan bahwa potret buram ekonomi Indonesia Pada ini tercermin nyata Di data Purchasing Managers’ Index (PMI) Produksi yang dirilis Dari S&P Dunia, Di mana PMI Indonesia nyungsep Di angka 46,9 Di Juni 2026.
Industri Sakit Sakit Lama, Masuk Zona Kontraksi Bawah 50%
Angka PMI Di bawah ambang batas 50% merupakan indikator absolut bahwa sektor industri sebuah Bangsa Lagi Merasakan sakit kronis dan berada Di zona bahaya kontraksi (zona merah). Walaupun Kemajuan ekonomi makro Indonesia kuartal lalu tercatat tumbuh moderat Di level 5,61%, angka tersebut dinilai semu Sebab murni didorong Dari belanja sektor Bangsa.
Baca Juga: Lembaga Keuangan Internasional Naikkan Status Vietnam dan Filipina Dari Sebab Itu Bangsa Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Sambil Itu mesin utama ekonomi -yakni industri Produksi- terus mengkerut Di waktu Di waktu. Didik menilai hancurnya industri nasional merupakan buah Di absennya Keputusan strategis dan hilangnya konsistensi pemerintah Di membangun iklim Penanaman Modal Di Negeri.
“Sektor Industri Indonesia sudah lama terombang-ambing tidak mempunyai pijakan Keputusan yang jelas. Data PMI Produksi yang menurun Di zona kontraksi ini memang buah Di Keputusan yang absen Di sektor industri dan Penanaman Modal Di Negeri,” ujar Didik J. Rachbini Di keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Selain absennya Keputusan industri, dunia usaha Berjuang Di tekanan biaya yang Sebab faktor Hubungan Dunia Dunia dan faktor domestik. Didik menekankan, dunia usaha tidak Berencana berinvestasi Di tidak Keputusan yang jelas, hambatan birokrasi yang ruwet dan insentif yang tidak memadai Sebagai menjadikan industri tumbuh pesat.
Samping Itu sektor riil juga dihantam beban ganda akibat volatilitas Hubungan Dunia Dunia (seperti ketegangan energi Di Selat Hormuz) serta beban Pengiriman domestik yang mahal. Baca Juga: Vietnam dan Filipina Bersaing Dari Sebab Itu Raja Asosiasinegara-Negaraasiatenggara, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dulu Rakyatnya Ngungsi Di RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia











