Nggak Kaleng-kaleng! Lansia Ke Singapura Ikut Parkour Biar Tetap Segar

Jakarta

Parkour Bisa Jadi identik Bersama Aksi Massa remaja yang penuh energi, seperti melompat atau bergelantungan Di satu bangunan Di bangunan lain Ke Ditengah kota. Akan Tetapi, seorang Manajer Ke Singapura justru memanfaatkan Metode parkour Sebagai membantu lansia melatih Kesejaganan. Kelas tersebut Malahan kini Menarik Perhatian jutaan penayangan Ke media sosial.

Menjaga Kesejaganan Penduduk Dunia Singapura yang mencapai 6,1 juta jiwa Ke Ditengah meningkatnya angka harapan hidup menjadi salah satu tantangan utama Bangsa kota tersebut. Singapura masuk Di kategori “super-aged” Ke 2025, ketika lebih Di seperlima penduduknya berusia 65 tahun Di atas.

Sesudah mengikuti Laga Persahabatan parkour Pada tiga tahun, Betty Boon mengaku kini mampu membawa sendiri kopernya menaiki tangga curam Ke stasiun kereta Jepang. Kemampuan tersebut membuatnya tidak lagi harus bergantung Ke suami atau anaknya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Rasanya luar biasa, saya Mutakhir Mengetahui bahwa saya ternyata bisa melakukan itu,” kata pensiunan berusia 69 tahun tersebut, dikutip Reuters.

Menurut Betty, kelas parkour juga menjadi cara yang menyenangkan Sebagai tetap terhubung Bersama teman-temannya. Ke sisi lain, Laga Persahabatan tersebut membantunya Meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan Kesejaganan jantung.



Minat Di kelas yang diberi nama Movement Singapore itu belakangan Menimbulkan Kekhawatiran pesat, kata Manajer Tan Shie Boon, yang mendirikannya Ke November 2017.

Tan awalnya terdorong membuka kelas tersebut Sesudah seorang perempuan berusia 64 tahun tertarik mempelajari parkour Sebagai mengatasi masalah Kesejaganan. Hanya Di dua bulan berlatih, perempuan tersebut Malahan berhasil berhenti menggunakan troli sebagai alat bantu dan kembali berjalan tanpa Dukungan.

“Saya pikir, Pada bertahun-tahun, beberapa murid saya Merasakan peningkatan kekuatan. Mereka Karena Itu mampu Menunjukkan kemampuan yang Bisa Jadi tidak biasa dimiliki seseorang berusia 60 atau 70 tahun,” kata Tan, 33.

Menurut Tan, parkour merupakan Aktivitasfisik intens yang mengajarkan seseorang cara jatuh Bersama aman dan menghindari Kerusakan serius. Hal ini penting Untuk lansia Lantaran Kerusakan dapat membuat mereka kehilangan kepercayaan diri Di bergerak.

Perpaduan Di Aktivitasfisik yang Pada ini Disorot berisiko tinggi Bersama peserta yang sebagian besar berusia lanjut kemungkinan turut Menarik Perhatian perhatian publik, kata Tan. Terlebih, akun Instagram Movement Singapore belakangan menjadi viral.

“Teruslah membuktikan kepada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan lebih Di yang Pada ini Anda kira,” ujarnya.

Halaman 2 Di 2

(suc/dpy)



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Nggak Kaleng-kaleng! Lansia Ke Singapura Ikut Parkour Biar Tetap Segar