loading…
Kolaborasi Rise In dan Stellar Development Foundation membuka akses luas Untuk talenta digital Asia Tenggara Untuk menciptakan Alat Lunak Rantai Blok berhadiah Rp1,05 miliar. Foto: Gemini/SindoNews
Lonjakan Transaksi dan Evolusi Regulasi Di APAC
Kawasan Asia Tenggara Di bertransformasi menjadi pusat keuangan digital dunia. Laporan Geografi Kripto Chainalysis (periode 12 bulan hingga Juni 2025) mencatat volume transaksi on-chain Di APAC melesat 69% secara tahunan, menyentuh nilai fantastis Rp41.536 triliun (setara USD 2,36 triliun).
Adopsi akar rumput ini dipimpin India, Pakistan, dan Vietnam Untuk kebutuhan fundamental seperti remitansi dan penyimpanan stablecoin. Di sisi regulasi, Keputusan antarnegara Lebihterus selaras dan transparan:
• Indonesia: Pengawasan aset kripto resmi dialihkan Di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ke Januari 2025, menempatkan kripto sebagai produk layanan keuangan sah.
• Vietnam: Melakukan kerangka kripto formal pertamanya Ke September 2025 Melewati Inisiatif percontohan lima tahun.
• Thailand dan Singapura: Thailand menyetujui instrumen ETF Bitcoin spot pertama, Sambil Singapura terus memperkuat standar institusional rezim perizinan kripto.
Spesifikasi Inisiatif, Jadwal, dan Fokus Pembuatan
Rise In, platform Pembelajaran yang mewadahi lebih Di 400.000 developer Di lebih Di 100 Bangsa (dan telah mengakuisisi BlockBeam Ke 2024), bersama SDF (didirikan tahun 2014), menyiapkan total hadiah senilai Rp1.056.000.000 (setara USD 60.000).
Rangkaian Inisiatif Berencana ditutup Didalam Putaran final luring serentak Di tiga Bangsa. Jadwal Fase Hackathon:
14 Mei: Peluncuran resmi dan pembukaan registrasi.
15 Mei – 15 Juni: Fase Akuisisi (Sosialisasi Politik dan onboarding peserta).
16 Juni – 16 Juli: Fase Integrasi (workshop, bootcamp, dan pendampingan mentor).
16 – 23 Juli: Fase Penjurian dan analisis proyek.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Apa Saja Rahasia Pasar Kripto APAC yang Kini Nilai Transaksinya Meroket Di Rp41.536 Triliun?











