Bangsa Wajib Pulihkan Trauma Anak Terduga Pencuri Ayam Hingga Bali

Jakarta

Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa Bangsa Memperoleh kewajiban Sebagai membantu ‘penyembuhan’ luka trauma Bersama anak terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok massa Hingga Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

“Praduga tak bersalah, hak hidup dan perlindungan anak adalah harga mati. Bangsa wajib hadir memulihkan trauma anak dan menjamin kehidupan keluarga korban,” kata Rieke dikutip Bersama Di, Senin (27/6/2026).

Menurut Rieke, ini merupakan ‘tamparan keras’ kepada Bali. Pasalnya, Daerah ini dikenal atas keramahan dan Hingga Di yang sama terjadi peristiwa memilukan Hingga Di hukum dikalahkan Dari amarah warga sendiri.


“Mari kita kita buktikan hukum berlaku Sebagai semua. Kepada Polri tegakkan hukum dan pulihkan kepercayaan publik,” kata politisi yang membidangi hukum dan Ham (Hak Fundamental) Hingga Komisi XIII itu.

Memulihkan Luka Trauma

Menurut psikolog anak dan keluarga Rika Kristina anak tersebut kemungkinan Akansegera Merasakan traumatic grief, yaitu proses berduka yang traumatis Lantaran terjadi secara mendadak apalagi dilakukan Bersama cara yang agresif yaitu pengeroyokan massal.

“Hal ini Akansegera membuat proses berduka dilalui Bersama lebih kompleks Lantaran selain memproses kehilangan orang yg dicintai, anak juga harus berhadapan Bersama emosi lain seperti merasakan ketidakadilan, dunia itu jahat Ke keluarganya, atau Mungkin Saja menyalahkan diri sendiri Lantaran kepergian ayah,” kata Rika Di dihubungi detikcom, Senin (27/7/2026).

Sebagai seorang profesional, Rika mengatakan cara Sebagai memulihkan trauma anak bisa Bersama Memberi pendampingan Bersama menemani serta memperbolehkan anak mengekspresikan segala bentuk emosinya.

“Lalu membatasi paparan akses, baik itu video atau berita Yang Berhubungan Bersama kematian ayah. Kalau bisa pertanyaan-pertanyaan Bersama publik dan orang Disekitar juga dibatasi biarkan anak punya ruang Sebagai memproses kepergian ayah Bersama personal,” ucapnya.

“Merasakan pendampingan profesional Bersama psikolog Sebagai terus Menyimak Kemakmuran emosi dan psikis anak, Merasakan terapi tertentu sesuai kebutuhan dan Kemakmuran Di ini,” tutupnya.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bangsa Wajib Pulihkan Trauma Anak Terduga Pencuri Ayam Hingga Bali