NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua

loading…

Abdurrohman Wahid, Kader Muda NU. Foto/Dok. SindoNews

Abdurrohman Wahid
Kader Muda NU

“Organisasi besar belum tentu melahirkan pengaruh besar. Pengaruh lahir ketika organisasi mampu mengubah Pengalaman Hidup sejarahnya menjadi gagasan yang dibutuhkan zamannya.”

SULIT membayangkan Indonesia tanpa Nahdlatul Ulama (NU). Sulit pula membayangkan percakapan tentang Islam moderat dunia tanpa menyebut NU Ke dalamnya. Di hampir satu abad, NU bukan hanya berhasil membangun dirinya sebagai organisasi Islam terbesar Ke dunia, tetapi juga menjelma menjadi salah satu modal sosial (social capital) terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.

Akan Tetapi, sejarah selalu menyimpan pertanyaan yang sama kepada setiap generasi: apakah kebesaran hari ini Akansegera tetap relevan Bagi masa Di? Pertanyaan itulah yang menurut saya menjadi tantangan terbesar NU memasuki abad keduanya.

Sebab sejarah tidak pernah Memberi jaminan bahwa organisasi yang besar Akansegera secara otomatis menjadi organisasi yang berpengaruh. Sebagai Alternatif, tidak sedikit organisasi besar yang Ke akhirnya hanya menjadi monumen sejarah Lantaran gagal membaca perubahan zaman.

NU tidak boleh menjadi organisasi yang hanya besar Untuk statistik. NU harus menjadi organisasi yang besar Untuk gagasan, besar Untuk pengaruh moral, dan besar Untuk manfaat yang dirasakan umat manusia.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua