Jakarta –
Kampung Betawi Ismail Marzuki Di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Memiliki suasana tradisional yang Damai. Cocok Untuk keluarga dan Pelatihan Kearifan Lokal Global Betawi.
Lokasi Kampung Kampung Betawi itu tepatnya berada dl Jl. Moch Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa. Dari dibuka Untuk umum Di Jumat (13/2/2026), pulau yang asri itu telah menjadi tempat pelarian Untuk mereka yang merindukan suasana tradisional yang jarang ditemui Di ibu kota.
Di Di pengunjung Di Rabu (29/4) ada pasangan suami istri, Maldi (48) dan Yuningsih (40). Di perbincangan Didalam detikTravel, Maldi dan Yuningsih mengungkapkan bahwa kunjungan mereka bertujuan Untuk Memperkenalkan anak-anak mereka Di kekayaan Kearifan Lokal Global Betawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuningsih, yang Memiliki latar Di Betawi, menekankan bahwa kawasan ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga suasana Belajar yang hidup.
“Sengaja ngenalin anak-anak ini lho Tempattinggal Betawi,” kata Maldi kepada detikTravel, Rabu (29/4/2026).
|
Maldi dan Yuningsih, pengunjung Di Kampung Ismail Marzuki Di Setu Babakan, Jakarta Selatan) Hans Wilhem/detikcom)
|
Untuk Yuningsih, yang membuat kawasan Setu Babakan ini berbeda Di taman kota lainnya, seperti Di Depok atau Jakarta Selatan, adalah suasana tenangnya yang bebas Di hiruk pikuk pedagang kaki lima.
“Di sini enak, tidak begitu ramai. Kalau banyak pedagang-pedagang juga agak kurang enak. Kalau bisa yang dagang jangan sampai masuk Ke sini, Karena Itu bersih, buat santai keluarga lebih nyaman,” kata Yuningsih.
Maldi menambahkan bahwa keistimewaan tempat ini terletak Di keberadaan Tempattinggal-Tempattinggal adat Betawi yang berjejer.
“Yang pasti Tempattinggal-Tempattinggal ini yang bikin beda. Ada nama-namanya juga. Karena Itu kita tahu Tempattinggal Betawi itu banyak macamnya, ada Tempattinggal pesisir dan macam-macam, tergantung daerahnya,” kata pria asal Sumatera itu.
Melihat bangunan khas tersebut, Maldi merasa nostalgia. “Zaman dulu Betawi kan kampungannya seperti ini, sekarang kan sudah beton semua. Suasananya emang enak. Paling nanti banyak yang Di Ke sini,” kata dia.
Saran Pengunjung
Meski sangat mengapresiasi dan memuji Kampung Ismail Marzuki, Maldi dan Yuningsih berharap pengelola dapat menambahkan properti atau permainan tradisional Untuk membuat suasana Lebihterus hidup.
“Ini kan kosong ya, Tempattinggal-Tempattinggal saja. Tapi kalau diadain semacam mainan dulu kayak gasing, egrang, congklak, biar suasananya hidup. Enggak sekadar Tempattinggal, tapi ada anak-anak nyobain, ‘Oh zaman dulu orang Betawi main ini lho’,” kata Maldi.
Yuningsih juga menyarankan agar ada properti seperti lesung kayu Di bawah Tempattinggal panggung. “Zaman dulu orang numbuk padi kan pakai lesung, Di kolong begini biasanya ada. Kalau aslinya kan ada,” ujar dia sembari Menunjukkan salah satu Tempattinggal adat Khas Betawi.
Selain ramah Untuk keluarga, Setu Babakan ini rupanya terbuka Untuk umum secara gratis setiap hari Di jam 06.00 hingga 18.00 WIB.
Menariknya, meski Museum Setu Babakan tutup Di hari Senin, kawasan Pulau Kampung Ismail Marzuki tetap buka dan melayani pengunjung.
Untuk yang berniat Melakukan Kunjungan Ke destinasi ini, Shafrina Fauzia, Perwakilan UPK Perserikatan Bangsa-Bangsa Setu Babakan, Memberi beberapa informasi Yang Terkait Didalam aturan kunjungan.
“Kalau rombongan lebih baik bersurat dulu Ke kami agar nanti didampingi pemandu, Karena Itu lebih terarah. Untuk pengunjung individu, silakan langsung datang dan mengisi registrasi,” ujarnya.
Tidak hanya Untuk wisata Wisata, tempat ini juga terbuka Untuk kegiatan lain seperti sesi pre-wedding (Didalam retribusi) dan kunjungan khusus atau Studi yang dibatasi hingga pukul 17.00 WIB.
Buat traveler yang Di mencari rekomendasi tempat akhir pekan Didalam nuansa Kearifan Lokal Global yang menenangkan, wisata Kampung Ismail Marzuki Di Setu Babakan Mungkin Saja bisa Karena Itu pilihan yang tepat.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bernostalgia Di Kampung Ismail Marzuki











