Jakarta –
Ke Ditengah ancaman krisis iklim dan tantangan ketahanan Ketahanan Pangan, perhatian kini tertuju Ke salah satu bahan Ketahanan Pangan lokal yang kerap dipandang sebelah mata, yaitu sukun. Buah yang identik Bersama camilan ini ternyata menyimpan potensi besar sebagai ‘superfood’ masa Di Indonesia.
Guru Besar Fakultas Agrikultur IPB University, Prof Edi Santosa, menegaskan bahwa sukun bukan sekadar sumber karbohidrat biasa. Tanaman ini memenuhi seluruh kriteria ketat Sebagai menyandang predikat ‘superfood’.
“Suatu Ketahanan Pangan dapat disebut ‘superfood’ jika Memiliki kandungan Gizi tinggi tanpa antinutrisi, Menyediakan manfaat Kesejaganan, serta dibudidayakan Bersama cara yang rendah emisi karbon dan tangguh Di Pemanasan Global,” terang Prof Edi.
“Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan Ke lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu,” tambahnya.
Kandungan Gizi Penting Ke Di Sukun
Bersama sisi Kesejaganan, sukun punya sederet Kelebihan ketimbang bahan Ketahanan Pangan karbohidrat populer lainnya. Tak hanya kaya serat dan Memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, sukun juga menyimpan amunisi vitamin dan mineral penting.
Sejumlah Studi Menunjukkan sukun mengandung vitamin C, vitamin A, folat, zat besi (Fe), hingga seng atau zinc (Zn). Kombinasi Gizi ini dinilai sangat krusial Di mendukung pemenuhan gizi Komunitas sekaligus membantu menekan angka stunting Ke Indonesia.
“Sukun juga Memiliki kandungan Gizi yang lebih baik dibandingkan singkong. Akan Tetapi, setiap bahan Ketahanan Pangan Memiliki Kelebihan masing-masing dan saling melengkapi, Karena Itu tidak perlu dipertentangkan,” tambahnya.
Di Itu, pohon tahunan ini dikenal sangat tangguh Berjuang Bersama gempuran cuaca ekstrem. Baik Ke Area bercurah hujan tinggi maupun Lokasi tandus seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), sukun tetap mampu tumbuh subur.
Menariknya lagi, pohon sukun tak menuntut Penanganan yang rumit, tapi tetap sanggup berbuah hampir sepanjang tahun. Karakteristik ini menjadikannya tanaman Ketahanan Pangan yang sangat ramah lingkungan dan bernilai emisi karbon rendah.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Guru Besar IPB Sebut Sukun Bisa Karena Itu ‘Superfood’, Manfaatnya Nggak Kaleng-kaleng











