Orang Tua Winda Lorenza Gowasa Ungkap Kejanggalan Kematian Putrinya, Luka Lebam hingga Dilarang Autopsi

loading…

Orang tua Winda Lorenza Gowasa, Yestin Laia Membeberkan berbagai kejanggalan kematian putrinya yang Dikatakan bunuh diri Di senjata api Di Medan, Sumatera Utara. Foto/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Orang tua Winda Lorenza Gowasa, Yestin Laia Membeberkan berbagai kejanggalan kematian putri tercintanya yang Dikatakan bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya, Brigadir IH Di Medan, Sumatera Utara. Terdapat banyak luka lebam dan keluarga dilarang autopsi.

“Di awal ibu mertua Di putri kami Winda Lorenza, mantan mertuanya melarang keras, begitu juga mantan suaminya, Justru adik iparnya, bapak mertuanya melarang menghubungi keluarga, menelepon bapaknya Sebab itu aib, mereka katakan Hingga saya,” ujar Yestin kepada wartawan Di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Baca juga: Ayah Winda Gowasa Heran Jenazah Putrinya Diautopsi Tanpa Izin Keluarga, Hasilnya Tak Diberi Tahu

Dia menerangkan, Pada Merasakan kabar kematian anaknya, orangtua Brigadir IH dan Brigadir IH melarang dia menghubungi suaminya Untuk memberitahu penyebab kematian anaknya yang disebut mereka bunuh diri itu. Mereka beralasan itu merupakan sebuah aib dan bisa mengancam pekerjaan Brigadir IH.

Yestin mengungkapkan, mereka juga dilarang Untuk melapor kematian Winda Hingga polisi. Setelahnya Merasakan kabar Lewat sambungan telepon, orangtua Brigadir IH pun mendatangi kediamannya, yang mana disitu dia Merasakan intimidasi dan tekanan.

“Mereka mengatakan bagaimana itu kalau dilaporkan, masalah pekerjaan si IH bagaimana, nanti Sebab ada anak-anak yang 2 yang harus dipikirkan. Di jam kematian anak saya, saya ditelepon IH Di jam hampir jam 3 sore Pada itu, ada empat orang, saya tidak sadar Pada itu ada sambungan video call empat orang,” terangnya.

Baca juga: Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Datangi Komnas Hak Fundamental dan Komnas Perempuan

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Orang Tua Winda Lorenza Gowasa Ungkap Kejanggalan Kematian Putrinya, Luka Lebam hingga Dilarang Autopsi