Wisata  

Ulah Pendaki Tak Bertanggung Jawab: Rebutan Spot Foto-Bawa Senapan

Jakarta

Karya pendakian gunung belakangan tak hanya diwarnai kisah menikmati alam atau menggapai puncak. Pendakian Karena Itu tercoreng akibat ulah para pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Untuk beberapa bulan terakhir, terdapat sejumlah ulah pendaki justru menyita perhatian Sebab dinilai melanggar etika, membahayakan keselamatan, hingga berujung proses hukum.

Merangkum peristiwa Di arsip berita detikcom. Berikut beberapa ulah pendaki Di pendakian gunung.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Rebutan Spot Foto Berujung Baku Hantam Hingga Gunung Lawu

Insiden ini terjadi Di 20 April 2026 Hingga kawasan Hargo Dumilah, puncak Gunung Lawu, perbatasan Jawa Di dan Jawa Timur. Dua rombongan pendaki asal Bogor dan Bandung terlibat cekcok Di mengantre Bagi berfoto Hingga salah satu titik Unjuk pendaki.

Perdebatan itu berujung baku hantam dan videonya menyebar Hingga media sosial. Petugas bersama pendaki lain Lalu melerai kedua kelompok.

Di akhirnya pihak kepolisian turun tangan Bagi memediasi kedua belah pihak hingga Tindak Kejahatan tersebut diselesaikan secara damai.

2. Pendaki Gendong Sound Horeg Hingga Gunung Andong

Masih Di April 2026, video rombongan pendaki yang membawa sound horeg Hingga Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Di, viral Hingga media sosial.

Tangkapan layar postingan viral pendaki Gunung Andong, Magelang, menggendong speaker. (Instagram/@infokabarmagelang)

Pengelola mengaku kecolongan Sebab perlengkapan dibawa secara terpisah Agar lolos Di pemeriksaan Hingga pintu masuk. Unjuk Rasa tersebut menuai Komentar Sebab dinilai mengganggu ketenangan gunung dan kenyamanan pendaki lain.

Setelahnya kejadian itu, pengelola memastikan Akansegera memperketat pemeriksaan Produk bawaan.

3. Belasan Pendaki Masuk Semeru Lewat Jalur Ilegal

Di pertengahan Juni 2026, Skuat gabungan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), TNI, Polri, dan Sukarelawan mengamankan 13 pendaki yang nekat masuk Hingga Gunung Semeru Lewat jalur ilegal.

Mereka tetap mendaki meski jalur Di puncak Mahameru masih ditutup Sebab Karya vulkanik. Sebagian pendaki sempat menghindari petugas Sebelumnya akhirnya diamankan.

Tindak Kejahatan tersebut kembali mengingatkan pentingnya mematuhi aturan pendakian Hingga kawasan konservasi.

4. Pendaki Gunung Sibayak Tewas Usai Diduga Dianiaya

Tindak Kejahatan paling tragis terjadi Hingga Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Di akhir Juni 2026. Seorang pendaki berinisial RS meninggal dunia Setelahnya diduga dianiaya sejumlah orang.

Korban Sebelumnya Itu dituduh mencuri Produk milik pendaki lain. Dugaan itu memicu Unjuk Rasa main hakim sendiri hingga korban Merasakan luka berat dan meninggal dunia.

Pihak kepolisian Lalu Menahan sejumlah terduga pelaku dan masih mendalami Tindak Kejahatan tersebut.

5. Rombongan Pendaki Bawa Sapi Hingga Gunung Rinjani

Seekor sapi yang dibawa melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (Istimewa/tangkapan layar video instagram @pendakilawas)Seekor sapi yang dibawa melakukan pendakian Hingga Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (Instagram/@pendakilawas)

Bulan Juli ini sebuah video yang memperlihatkan rombongan pendaki membawa seekor sapi hidup Hingga Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, menjadi perbincangan Hingga media sosial.

Sapi tersebut diketahui disembelih Hingga kawasan gunung. Unjuk Rasa itu menuai kecaman Di pegiat lingkungan dan sesama pendaki Sebab dinilai tidak menghormati kawasan konservasi serta Berpotensi Bagi mengganggu ekosistem.

Tetapi, pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah mengkonfirmasi bahwa kejadian tersebut merupakan video yang terjadi Di tahun lalu. Dan lokasinya Di jalur pendakian Torean.

6. Pendaki Gunung Dempo Bawa Senapan Angin dan Ancam Pengunjung

Peristiwa terbaru terjadi Di 27 Juli 2026 Hingga Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Seorang pendaki berinisial HA diamankan polisi Setelahnya membawa senapan angin Di mendaki.

Menurut pihak kepolisian, pelaku sempat mengacungkan senapan dan mengancam pengunjung lain Hingga kawasan pendakian. Tidak ada korban Untuk kejadian tersebut, Tetapi polisi langsung mengamankan pelaku beserta senapan angin yang dibawanya Bagi proses penyelidikan Lebih Jelas.

Deretan peristiwa tersebut Menunjukkan bahwa Kartu Peringatan Hingga gunung tidak lagi sebatas membuang sampah atau mengabaikan aturan pendakian. Unjuk Rasa yang membahayakan keselamatan, mengganggu pendaki lain, hingga berujung tindak pidana kini Lebihterus sering terjadi.

Halaman 2 Di 2

(upd/ddn)


Muhammad Lugas Pribady

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ulah Pendaki Tak Bertanggung Jawab: Rebutan Spot Foto-Bawa Senapan