Usai B50, Prabowo Perintahkan Pembaruan Bensin E50


Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Negara Prabowo Subianto memerintahkan Pembantu Presiden Pembantu Presiden Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan Pembaruan bahan bakar Migas (BBM) campuran bioetanol 50 persen atau E50.

Arahan itu disampaikan Untuk Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama tahun 2026 Ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Bahlil, E50 disiapkan Bersama belajar Untuk Inisiatif biodiesel 50 persen (B50) Ke solar yang berlaku nasional Sebelum 1 Juli 2026.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Nah, belajar berangkat Untuk ini, Bapak Kepala Negara tadi memerintahkan Untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama Untuk kita membangun E50,” ujar Bahlil usai Pertemuan, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (17/9).

Bahlil menyebut konsumsi solar nasional Disekitar 39 juta kiloliter per tahun, Sambil Itu kebutuhan bensin berkisar 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengeklaim B50 telah menghentikan Perdagangan Masuk Negeri solar jenis CN 48. Skema serupa kini disiapkan Untuk E50 Lantaran volume konsumsi bensin hampir setara solar.

E50 diharapkan menekan Perdagangan Masuk Negeri BBM secara signifikan. Tetapi, Bahlil belum merinci target waktu pelaksanaan Inisiatif tersebut.

Tahapan bioetanol

Hingga kini pencampuran bioetanol Ke bensin belum menjadi mandatori yang berjalan secara nasional.

Bensin campuran bioetanol 5 persen (E5) sebenarnya sudah dijual PT Pertamina Patra Niaga lewat Pertamax Green 95, Tetapi statusnya masih produk komersial.

Dasar hukum penahapannya tertuang Untuk Keputusan Pembantu Presiden Pembantu Presiden ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 tentang Penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati yang terbit Ke 3 Maret 2026.

Beleid itu menetapkan campuran E5 Ke 2026 hingga 2027, lalu naik menjadi 10 persen (E10) Ke 2028 hingga 2030.

Ke luar penahapan tersebut, Kementerian ESDM menargetkan mandatori pencampuran bioetanol 20 persen atau E20 Ke 2028.

“Sesuai arahan Pembantu Presiden Pembantu Presiden ESDM, E20 ditargetkan bisa Ke tahun 2028,” ujar Direktur Jenderal Energi Mutakhir, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiyani Dewi Untuk Pertemuan bersama Komisi XII Wakil Rakyat RI, Selasa (8/9).

Cadangan BBM

Pertemuan paripurna DEN juga Menyoroti kesiapan nasional Berjuang Bersama dinamika Politik Global Internasional.

Pemerintah mencatat stok cadangan BBM nasional Di ini berada Ke angka 18 hingga 20 hari. Kepala Negara menginstruksikan agar cadangan tersebut dijaga Untuk posisi aman Untuk rentang waktu minimal 18 hingga 20 hari Hingga Di.

Menurut Bahlil, Pembaruan E50 dipandang sebagai langkah penting Untuk memperkuat ketahanan dan ketersediaan energi domestik.

“Ini sebagai bentuk daripada Mendorong ketersediaan BBM Untuk negeri,” kata Bahlil.

(fea)



Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Usai B50, Prabowo Perintahkan Pembaruan Bensin E50