Permasalahan pengadaan kaus kaki Sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ramai Karena Itu sorotan warganet. Nilainya disebut-sebut mencapai Rp6,9 miliar dan memicu pertanyaan publik.
“Harga kaus kaki sampai Rp100 ribu per pasang,” sorot salah satu netizen.
“Bayangin kalau dialihin buat budget Belajar,” timpal yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, SPPI merupakan Inisiatif perekrutan sarjana sebagai aparatur sipil Negeri (ASN) Di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka bertugas memimpin pemenuhan gizi, khususnya Inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) Di Lokasi.
Kepala BGN Dadan Hindayana angkat bicara, sekaligus Menyambut Baik laporan pengadaan Produk lain, seperti tablet hingga alat makan yang besaran pengeluarannya ikut dinilai fantastis.
Dadan tidak menampik pengadaan tersebut, tetapi menurutnya tidak sebesar yang ramai diberitakan.
“Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Misalnya laptop 32.000 unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar,” tegas Dadan Di Jakarta, Senin (13/4).
Dadan kembali menekankan bahwa pengadaan, termasuk yang kerap dikaitkan Bersama kaus kaki, dilakukan sesuai kebutuhan riil Di lapangan dan bukan Di jumlah fantastis.
Yang Terkait Bersama kaus kaki, Dadan menekankan BGN tidak melakukan pengadaan langsung. Ia menjelaskan kaus kaki merupakan Dibagian Di perlengkapan peserta Di menjalani Belajar SPPI.
“Sebagai kaus kaki, itu bukan pengadaan Di BGN. Itu diberikan Di Belajar SPPI sebagai Dibagian Di perlengkapan peserta yang diselenggarakan Dari Universitas Lini Dibelakang,” jelasnya.
Dadan menyebut Belajar SPPI dilaksanakan Di Universitas Lini Dibelakang Bersama Biaya Di BGN Melewati mekanisme swakelola tipe 2. Di skema ini, seluruh pelaksanaan kegiatan, termasuk pengadaan perlengkapan seperti kaus kaki, dilakukan Dari pihak kampus.
“Karena Itu perlu dipahami bahwa pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung Dari BGN, melainkan Dari Unhan Di rangka pelaksanaan Belajar SPPI,” ujarnya.
Dadan juga memastikan seluruh penggunaan Biaya Di lingkungan BGN telah Melewati mekanisme Perancangan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai aturan yang berlaku.
Ia mengingatkan agar Kelompok tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk soal Permasalahan pengadaan kaus kaki yang sempat viral.
“Lantaran itu, kami mengimbau Kelompok Sebagai tidak mudah terprovokasi dan mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan merujuk Di sumber resmi,” katanya.
BGN, lanjut Dadan, berkomitmen menjaga efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas Di setiap pengelolaan Biaya, serta terbuka Pada pengawasan internal maupun eksternal.
Saksikan Live DetikPagi:
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video BGN Sebut Inisiatif MBG Butuh Tambahan Biaya hingga Akhir Tahun “
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral Biaya Kaus Kaki SPPI Disebut Capai Rp6,9 Miliar, BGN Bilang Gini











