Hari Raya Idul Adha identik Di pembagian daging kurban Untuk jumlah besar. Untuk praktis, masih banyak orang mencampur daging dan jeroan Untuk satu wadah atau kantong yang sama. Padahal, kebiasaan ini ternyata bisa Memperbaiki risiko kontaminasi bakteri Ke daging.
Jeroan Memiliki karakteristik berbeda dibanding daging biasa, terutama Dibagian seperti usus dan babat yang berhubungan langsung Di saluran pencernaan hewan. Lantaran itu, penanganannya perlu lebih hati hati Dari proses distribusi, pencucian, hingga penyimpanan Ke Rumah.
Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keselamatan Produk Hewan Direktorat Kesejaganan Kelompok Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, mengingatkan daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan Dari awal distribusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Webinar Paman Kece Imbang 6: Mengolah Daging Kurban yang Aman yang diselenggarakan Di Badan Pengawas Terapi dan Konsumsi Ke Kamis, 21 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa daging, jeroan merah, dan jeroan hijau idealnya ditempatkan Ke wadah berbeda.
“Daging dan jeroan itu dipisah. Justru jeroan merah Di jeroan hijau itu juga perlu dibedakan,” jelasnya.
Jeroan Hijau Punya Risiko Kontaminasi Lebih Tinggi
Jeroan hijau merupakan istilah Sebagai Dibagian organ yang berhubungan langsung Di sistem pencernaan hewan, seperti usus dan babat. Dibagian ini lebih mudah terpapar bakteri Lantaran kontak Di sisa Konsumsi dan kotoran Ke Untuk tubuh hewan.
Lantaran itu, drh Ira menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu Sebelumnya dibagikan kepada Kelompok. Langkah ini membantu Memangkas risiko kontaminasi bakteri yang Bisa Jadi masih menempel Ke permukaan jeroan.
Samping Itu, pencampuran jeroan Di daging segar juga bisa memicu kontaminasi silang. Bakteri Untuk jeroan dapat berpindah Ke daging yang sebenarnya masih bersih bila disimpan Untuk wadah yang sama.
Kontaminasi Silang Bisa Terjadi
Selain lebih rentan membawa bakteri, jeroan juga menghasilkan cairan yang lebih mudah mencemari bahan Konsumsi lain Ke sekitarnya. Lantaran itu, penyimpanan jeroan bersama daging segar Untuk satu wadah tidak disarankan.
Studi Untuk Journal of Advanced Veterinary Research tahun 2024 menemukan kontaminasi bakteri keluarga Enterobacteriaceae lebih banyak ditemukan Ke jeroan dibanding daging otot. Kelompok bakteri ini mencakup beberapa bakteri penyebab gangguan pencernaan seperti Escherichia coli dan Salmonella.
Cairan Untuk jeroan dapat memicu kontaminasi silang ketika bersentuhan langsung Di daging segar, talenan, Pisau, maupun wadah penyimpanan. Risiko ini Menimbulkan Kekhawatiran bila bahan Konsumsi dibiarkan terlalu lama Ke suhu ruang.
Lantaran itu, daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan Dari awal, baik Di distribusi, pencucian, maupun penyimpanan Ke kulkas dan freezer agar Kemajuan bakteri dapat ditekan.
Halaman 2 Untuk 2
(mal/up)
Tips Sehat Menyantap Daging Kurban
13 Konten
Bagi sebagian orang, nikmatnya menyantap daging kurban selalu dibayangi Di risiko Kesejaganan. Kolesterol dan asam urat bikin kepikiran, padahal sebenarnya bisa dikelola Di baik.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Wajib Dipisah, Ini Risiko Mencampur Daging dan Jeroan Kurban











