Cuaca ekstrem Di Mengamuk ibu kota Thailand, yakni Bangkok. Departemen Lingkungan dan Departemen Meteorologi Thailand melaporkan indeks panas Hingga Bangkok telah menyentuh angka puncaknya Hingga 51,9 derajat celcius.
Dikutip Bersama The Straits Times, angka tersebut sudah masuk Di kategori level ‘bahaya’. Pihak berwenang setempat pun langsung Menerbitkan peringatan keras kepada warga mengenai tingginya risiko heat stroke atau serangan panas.
Kelompok diimbau Sebagai membatasi dan Memangkas Kegiatan Hingga luar ruangan, terutama Di jam-jam krusial Di pukul 11 siang hingga 3 sore. Sebagai langkah darurat, pemerintah kota juga telah membuka ruang Sebagai mengatasi suhu panas Hingga berbagai penjuru Bangkok.
Penting Sebagai dipahami, indeks panas berbeda Bersama suhu udara biasa. Angka ini merupakan representasi Bersama suhu yang benar-benar ‘dirasakan’ Bersama tubuh manusia, yang dihitung Bersama kombinasi suhu udara dan kelembaban relatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika kelembaban udara terlalu tinggi, kemampuan tubuh Sebagai Menerbitkan keringat Berencana menurun drastis, Agar tubuh terasa jauh lebih panas dan rentan Merasakan gangguan Kesejaganan.
Menyoal Tingkat Keparahan Indeks Panas Hingga Thailand
Pemerintah setempat mengkategorikan indeks panas Hingga Di empat tingkat risiko Sebagai memandu Kelompok, yakni:
- Tingkat Waspada (27-32,9 derajat celcius): Kelompok diminta rutin minum air putih bersih.
- Tingkat Peringatan (33-41,9 derajat celcius): Kurangi Kegiatan luar ruangan pukul 11.00-15.00.
- Tingkat Bahaya (42-51,9 derajat celcius): Situasi yang dialami Bangkok Di ini. Warga diminta ketat Menyimak Tanda-Tanda tubuh sendiri.
- Tingkat Sangat Berbahaya (lebih Bersama 52 derajat celcius): Hindari total seluruh Kegiatan Hingga luar ruangan.
Beberapa kelompok rentan juga diharapkan Sebagai menghindari paparan suhu panas yang ekstrem ini. Pemerintah menyebutkan delapan kelompok yang membutuhkan pemantauan medis hingga Penanganan khusus, seperti:
- Anak-anak balita (usia 0 hingga 5 tahun)
- Lansia (usia 60 tahun Hingga atas)
- Wanita hamil
- Pengidap Gangguan penyerta atau Situasi medis tertentu
- Orang Bersama obesitas
- Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol
- Pekerja luar ruangan berdurasi lama (seperti pengemudi ojek, kurir pengantar Produk Internasional, dan pekerja konstruksi)
- Orang yang nekat Aktivitasfisik Hingga luar ruangan serta para wisatawan.
Efek Suhu Panas Ekstrem Di Kesejaganan
Sengatan panas ekstrem tidak boleh Dikatakan remeh Lantaran dapat berdampak langsung Di keselamatan jiwa. Tanda-Tanda awal yang biasanya muncul meliputi kelelahan ekstrem, pusing, munculnya ruam, kulit memerah dan bengkak, hingga kram otot.
Jika tanda-tanda ini diabaikan, kondisinya bisa cepat memburuk menjadi heat stroke yang fatal dan mematikan. Anggota fakultas Departemen Ilmu Kesejaganan Hingga Central Michigan University, Micah Zuhl, menjelaskan heat stroke merupakan Situasi Di mekanisme yang membantu mendinginkan tubuh yang terpapar panas gagal berfungsi.
Situasi ini harus segera ditangani, agar tidak Lebih parah. Hal ini bisa memicu irama jantung yang berbahaya, Kerusakan jaringan (ginjal, usus, dan otak), sepsis, hingga kematian.
“Hipotalamus Hingga otak adalah pengendali utama suhu tubuh. Informasi Bersama reseptor kulit, otak, dan darah yang menentukan apakah respons penghangatan atau pendinginan harus diaktifkan,” kata Micah, dikutip Bersama Central Michigan University.
“Di terpapar lingkungan panas, aliran darah Berencana diarahkan Hingga kulit Sebagai membantu menghilangkan panas. Hingga Di Itu, keringat mulai keluar, yang merupakan mekanisme pendinginan utama. Yang penting, keringat harus menguap agar efektif Di mendinginkan tubuh,” lanjutnya.
Kerusakan jaringan terjadi Di suhu tubuh Menimbulkan Kekhawatiran, yang memicu Komitmen kompleks Di peristiwa inflamasi dan koagulopati yang menyerupai sepsis. Saluran pencernaan Dikatakan sebagai komponen sentral, permeabilitas racun Bersama usus dapat berpindah Hingga Di darah dan memicu peristiwa inflamasi.
Pekerja atau orang yang Aktivitasfisik yang Merasakan heat stroke sering Merasakan kerusakan jaringan otot rangka (misalnya rhabdomyolysis) yang dapat bertepatan Bersama kerusakan dan gagal ginjal Lebih Jelas.
“Kerusakan multiorgan yang dikombinasikan Bersama peristiwa inflamasi Di korban heat stroke telah dikaitkan Bersama kelainan pembekuan darah, yang berkisar Bersama aktivasi faktor pembekuan darah hingga perdarahan yang sering terlihat Di sepsis. Efek sistemik Bersama serangan panas membuatnya sulit Sebagai diobati,” pungkasnya.
Halaman 2 Bersama 2
(sao/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mendidih! Bangkok Masuk Zona Merah Indeks Panas Ekstrem, Suhunya 51,9 Derajat Celsius











