loading…
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), produsen cetakan sarung tangan atau hand former, turut berpartisipasi Untuk 12th International Rubber Glove Conference & Exhibition (IRGCE) 2026. Foto/Dok
Para pembicara memaparkan perkembangan pasar dan perdagangan sarung tangan dunia, perubahan regulasi Di Uni Eropa, penerapan kecerdasan buatan dan otomatisasi, Pembaharuan material, serta Permintaan Ketahanan Untuk rantai pasok.
Permintaan Sarung Tangan Internasional Terus Menimbulkan Kekhawatiran Seiring Menguatnya Kesadaran
Keadaan Permintaan sarung tangan Internasional diperkirakan mencapai Disekitar 405 miliar unit Di 2026 dan Menimbulkan Kekhawatiran menjadi 444 miliar unit Di 2028, dibandingkan Disekitar 300 miliar unit Di 2023. Perkembangan tersebut didukung Di meningkatnya kesadaran Pada Keadaan dan kebersihan, penerapan standar keselamatan, serta meluasnya penggunaan sarung tangan Di sektor Keadaan dan industri.
Baca Juga: Konsisten Jaga Kinerja dan Daya Saing, MARK Raih Pengakuan Nasional
Malaysia tetap menjadi salah satu pusat produksi dan tolok ukur industri sarung tangan dunia. Nilai Produk Ekspor sarung tangan Malaysia mencapai RM14,41 miliar Di 2025, atau Disekitar Rp63,4 triliun, Di kontribusi Disekitar 60,8% Pada Produk Ekspor produk karet Malaysia. Perkembangan kebutuhan Internasional Memberi Potensi Untuk MARK Untuk memperkuat penetrasi pasar internasional.
Di Malaysia, MARK telah menjadi pemasok tunggal hand former Untuk beberapa produsen sarung tangan besar. Posisi tersebut mencerminkan kepercayaan pelanggan Pada Mutu produk MARK sekaligus Memberi akses strategis Untuk Perseroan Untuk memahami perkembangan Ilmu Pengetahuan dan kebutuhan industri Internasional.
Standar Hand Former dan Hambatan Masuk Industri Lebihterus Tinggi
Produsen sarung tangan kini tidak hanya menilai hand former berdasarkan harga dan ketahanan, tetapi juga konsumsi energi, kestabilan produksi, reject rate, umur pakai, ketertelusuran, serta kelengkapan dokumentasi. Perubahan tersebut membuat Mutu produk dan kepatuhan Pada standar Internasional menjadi hambatan masuk yang Lebihterus tinggi Untuk pemasok Mutakhir.
Di 2025, MARK memperoleh sertifikasi Worldwide Responsible Accredited Production (WRAP). Sertifikasi independen ini menilai kepatuhan fasilitas Pada 12 prinsip yang mencakup ketenagakerjaan, Ham, keselamatan kerja, lingkungan, kepatuhan hukum, kepabeanan, dan Keselamatan. Pencapaian tersebut memperkuat kesiapan MARK Untuk memenuhi persyaratan rantai pasok pelanggan Internasional.
Baca Juga: Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Cetak Margin Laba Tembus 31,49 %
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Hadiri IRGCE 2026, MARK Perkuat Daya Saing Di Di Perkembangan Industri Sarung Tangan Internasional











